Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar pemerintahan, teknologi, dan layanan publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

MEMBANGUN RUANG AMAN BAGI ANAK DAN PEREMPUAN DI ERA DIGITAL
28 Okt 2025

MEMBANGUN RUANG AMAN BAGI ANAK DAN PEREMPUAN DI ERA DIGITAL

Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi informasi telah memberikan peluang besar bagi anak dan perempuan, seperti akses pendidikan yang lebih mudah, kesempatan untuk berkreasi, serta memperluas jejaring sosial. Namun, di sisi lain, perkembangan ini juga membawa risiko baru, termasuk kekerasan berbasis gender online (KBGO), perundungan siber (cyberbullying), dan eksploitasi seksual digital. Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) tahun 2024, lebih dari 30% korban kekerasan siber di Indonesia adalah anak perempuan di bawah 18 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak dan perempuan tidak cukup hanya dilakukan di dunia nyata, melainkan perlu diperluas ke ruang digital yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Kekerasan berbasis gender online dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti penyebaran foto atau video pribadi tanpa izin, komentar yang bersifat seksis, ancaman, atau pelecehan melalui pesan pribadi. Dampaknya meliputi kerugian moral dan psikologis, serta dapat menghambat perkembangan anak dan menurunkan rasa percaya diri perempuan muda. Anak dan remaja perempuan harus dibekali dengan kemampuan literasi digital yang kuat, sehingga mereka bisa mengenali, mencegah, dan melaporkan kekerasan berbasis gender yang mungkin mereka hadapi. Literasi digital ini bukan hanya soal tahu cara menggunakan teknologi, tapi juga melibatkan pemahaman tentang etika berinternet, keamanan data pribadi, serta kesadaran akan batas dan hak privasi mereka. Selain itu, peran keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting. Keluarga menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan tentang batas tubuh, penghargaan diri, serta kemampuan untuk berkata "tidak" terhadap perilaku yang tidak layak. Sementara itu, lembaga pendidikan punya tanggung jawab besar untuk membuat kebijakan anti-kekerasan yang ramah bagi anak, serta membangun sistem pelaporan yang aman dan mudah diakses oleh siswa. Belakangan ini, masyarakat semakin memperhatikan isu perlindungan anak dan perempuan. Media sosial jadi tempat utama untuk membahas hal ini, terutama melalui gerakan 'Girl Support Girl' yang mendorong perempuan saling mendukung dan menguatkan. Fenomena ini menunjukkan peningkatan kesadaran publik tentang pentingnya solidaritas dan pemberdayaan perempuan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, termasuk di dunia digital. Gerakan sosial seperti “Girl Support Girl” tidak boleh berhenti pada slogan atau kampanye media sosial semata. Gerakan ini perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata di tingkat masyarakat dan kelembagaan. Bentuk nyata dari dukungan tersebut antara lain: Penyediaan ruang aman (safe space) bagi perempuan dan anak untuk berbagi pengalaman tanpa rasa takut atau stigma. Pembentukan kelompok pendukung (support group) di sekolah, desa, dan komunitas yang memberikan pendampingan psikologis serta informasi hukum. Peningkatan kolaborasi antarinstansi, seperti pemerintah daerah, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan organisasi masyarakat sipil dalam menangani dan mencegah kekerasan. Edukasi publik berkelanjutan melalui seminar, lokakarya, dan kampanye literasi digital yang ramah anak dan perempuan. Perlindungan terhadap anak dan perempuan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu kita lakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Di tengah derasnya aliran informasi dan kemajuan teknologi saat ini, semua pihak—mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga masyarakat umum—harus ikut serta dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Membangun ruang aman bagi anak dan perempuan bukan hanya soal mencegah kekerasan, tapi juga tentang menghormati hak, martabat, dan potensi mereka sebagai individu. Dengan dukungan dari berbagai sektor dan kesadaran bersama, Indonesia bisa mewujudkan generasi anak dan perempuan yang kuat, percaya diri, serta aktif berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Daftar Pustaka Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2024). Statistik Gender dan Anak Indonesia 2024. Jakarta: KemenPPPA. UNICEF Indonesia. (2023). Digital Literacy and Child Online Protection in Indonesia. Jakarta: United Nations Children’s Fund. Komnas Perempuan. (2023). Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan 2023. Jakarta: Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Wahyuni, S. (2022). Perlindungan Anak Perempuan di Era Digital: Tantangan dan Solusi. Jurnal Perlindungan Anak, 8(2), 115–127.  Kemenkominfo RI. (2024). Laporan Tahunan Literasi Digital Nasional 2024. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Nur Qhowiyah Faradiba, Mahasiswi IAIN Syeikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Baca Selengkapnya
IT AUDIT
16 Sep 2022

IT AUDIT

Pengertian Audit IT. Audit IT adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit IT ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit IT secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer. Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi. Sejarah singkat Audit IT  Audit IT yang pada awalnya lebih dikenal sebagai EDP Audit (Electronic Data Processing) telah mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan Audit IT ini didorong oleh kemajuan teknologi dalam sistem keuangan, meningkatnya kebutuhan akan kontrol IT, dan pengaruh dari komputer itu sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugas penting. Pemanfaatan teknologi komputer ke dalam sistem keuangan telah mengubah cara kerja sistem keuangan, yaitu dalam penyimpanan data, pengambilan kembali data, dan pengendalian. Sistem keuangan pertama yang menggunakan teknologi komputer muncul pertama kali tahun 1954. Selama periode 1954 sampai dengan 1960-an profesi audit masih menggunakan komputer. Pada pertengahan 1960-an terjadi perubahan pada mesin komputer, dari mainframe menjadi komputer yang lebih kecil dan murah. Pada tahun 1968, American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) ikut mendukung pengembangan EDP auditing. Sekitar periode ini pula para auditor bersama-sama mendirikan Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA). Tujuan lembaga ini adalah untuk membuat suatu tuntunan, prosedur, dan standar bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). Tahun 1994, EDPAA mengubah namanya menjadi Information System Audit (ISACA). Selama periode akhir 1960-an sampai saat ini teknologi TI telah berubah dengan cepat dari mikrokomputer dan jaringan ke internet. Pada akhirnya perubahan-perubahan tersebut ikut pula menentukan perubahan pada audit IT. Jenis Audit IT. 1. Sistem dan aplikasi. Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem. 2. Fasilitas pemrosesan informasi. Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk. 3. Pengembangan sistem. Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi. 4. Arsitektur perusahaan dan manajemen TI. Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi. 5. Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet. Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server. Metodologi Audit IT. Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit IT tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut : Tahapan Perencanaan. Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien. Mengidentifikasikan reiko dan kendali. Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik. Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti. Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi. Mendokumentasikan. Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan auditee. Menyusun laporan. Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan. Alasan dilakukannya Audit IT. Ron Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, monash University, dalam salah satu bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain : Kerugian akibat kehilangan data. Kesalahan dalam pengambilan keputusan. Resiko kebocoran data. Penyalahgunaan komputer. Kerugian akibat kesalahan proses perhitungan. Tingginya nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Manfaat Audit IT. A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review) 1. Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria. 2. Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut. 3. Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen. B. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review) 1.  Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya 2. Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya. 3. Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang. 4. Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan. 5. Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan. 6. Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.   IT Forensics.   Beberapa definisi IT Forensics. Definisi sederhana, yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal. Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer. Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin. Tujuan IT Forensics. Adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu : Komputer fraud. Kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer. Komputer crime. Merupakan kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum. Terminologi IT Forensics. Bukti digital (digital evidence). adalah informasi yang didapat dalam bentuk atau format digital, contohnya e-mail. Empat elemen kunci forensik dalam teknologi informasi, antara lain : Identifikasi dari bukti digital. Merupakan tahapan paling awal forensik dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah tahapan selanjutnya. Penyimpanan bukti digital. Termasuk tahapan yang paling kritis dalam forensik. Bukti digital dapat saja hilang karena penyimpanannya yang kurang baik. Analisa bukti digital. Pengambilan, pemrosesan, dan interpretasi dari bukti digital merupakan bagian penting dalam analisa bukti digital. Presentasi bukti digital. Proses persidangan dimana bukti digital akan diuji dengan kasus yang ada. Presentasi disini berupa penunjukkan bukti digital yang berhubungan dengan kasus yang disidangkan. Investigasi kasus teknologi informasi. Prosedur forensik yang umum digunakan, antara lain : Membuat copies dari keseluruhan log data, file, dan lain-lain yang dianggap perlu pada suatu media yang terpisah. Membuat copies secara matematis. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang dikerjakan. Bukti yang digunakan dalam IT Forensics berupa : Harddisk. Floopy disk atau media lain yang bersifat removeable. Network system. Beberapa metode yang umum digunakan untuk forensik pada komputer ada dua yaitu : Search dan seizure - Dimulai dari perumusan suatu rencana. Pencarian informasi (discovery information) - Metode pencarian informasi yang dilakukan oleh investigator merupakn pencarian bukti tambahan dengan mengandalkan  saksi baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dengan kasus ini

Muhammad Fadholly Baca Selengkapnya
Kompetensi Ms. Excel untuk ASN
22 Agt 2022

Kompetensi Ms. Excel untuk ASN

Dalam pekerjaan administrasi di pemerintahan, skills Ms. Excel sangat dibutuhkan oleh ASN untuk mempermudah segala tugas dan tanggung jawab yang akan dikerjakan. Hal ini terbukti dengan kebutuhan administrasi pemerintahan yang mensyaratkan keterampilan Ms. Excel. Skills yang dibutuhkan pun beragam, mulai dari basic hingga advanced, tergantung dari role admin yang akan diisi.  Semakin tinggi level role administrasi, maka skill Ms. Excel yang dibutuhkan juga akan semakin tinggi. Ms. Excel memiliki ratusan fitur yang bisa dimanfaatkan dalam pekerjaan ASN, mulai dari cara memformat cell dan tabel dengan cepat, menggunakan formula untuk perhitungan matematika, membuat grafik untuk menjelaskan sesuatu, dan lain sebagainya. Ms. Excel merupakan spreadsheet program yang paling banyak digunakan di bidang administratif saat ini. Ms. Excel memiliki banyak versi, dari versi gratis hingga versi full suite. Sebagian besar bisnis menggunakan Office 365 programs yang termasuk microsoft word, powerpoint, teams, outlook, onedrive, excel, dan lain sebagainya. Pekerjaan administratif membutuhkan semua tools tersebut, namun kali ini kita akan membahas khusus excel, terutama skills excel yang harus dikuasai oleh staff administratif di level advanced. Berikut tools yang harus diketahui oleh ASN untuk mempermudah pekerjaan, sebagai berikut ; 1. Formula Excel Formula adalah kunci agar excel berjalan dengan baik. Sebagai role admin, ASN bisa mengisi cell excel dengan berbagai jenis data, mulai dari bilangan, mata uang, text, bahkan gambar atau hyperlink. Namun, agar data tersebut dapat dikelola, dibutuhkan formula untuk mendapatkan insight dari data tersebut. Excel memiliki banyak formula, mulai dari formula untuk operasi matematika dasar, statistika, accounting, bahkan bisa digunakan untuk membangun code menggunakan excel makro. Dengan bantuan formula, admin akan lebih mudah untuk menyajikan ringkasan data. 2. Filter  Staf admin menggunakan filter pada excel untuk menghapus informasi yang tidak digunakan sebelum diprint. Dengan fitur filter, admin akan lebih mudah untuk mencari suatu nama, task, tanggal, atau item lain sehingga pekerjaan lebih mudah dan tidak memakan banyak waktu. Filter ini juga bisa diterapkan pada banyak kolom di dalam satu sheet sehingga admin bisa memfilter dengan banyak kategori. Fitur filter pada excel merupakan kunci untuk mencari suatu data dengan kategori tertentu. 3. Sorting Sorting merupakan fitur excel yang digunakan untuk mengurutkan suatu data berdasarkan kategori tertentu. Misalnya, kita mengurutkan data berdasarkan besar kecilnya data, atau berdasarkan urutan alfabet. Pengurutan ini juga bisa dilakukan dari besar ke kecil, dari kecil ke besar, dari A hingga Z, atau dari Z hingga A. dengan fitur ini, admin akan lebih mudah untuk mengurutkan suatu data tanpa harus melakukan copy paste. 4. Pivot Table Pivot merupakan fitur excel yang paling banyak membantu admin, khususnya untuk menampilkan summarise dari suatu data. Pivot table bersifat dinamis dan didalamnya kita bisa mengetahui count, sum, average, atau formula lainnya untuk merekap sekumpulan data. Pada pivot table kita juga bisa melakukan filter kolom apa saja yang akan ditampilkan, dan item apa saja yang akan di-hide. 

A.A. Putri Sri Nuriza Ch.Ch. (Prakom Pelaksana Pemula) Baca Selengkapnya
PEMELIHARAAN PC / LAPTOP YANG BAIK DAN BENAR
11 Feb 2022

PEMELIHARAAN PC / LAPTOP YANG BAIK DAN BENAR

PEMELIHARAAN / PERAWATAN Kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dengan perawatan preventive, kita bisa menekan permasalahan yang akan muncul seminal mungkin. Perawatan secara teratur akan mengurangi beberapa permasalahan seperti crash system, kehilangan data bahkan sampai kerusakan komponen sehingga sistem komputer atau laptop kita berumur lebih panjang. Pada beberapa kasus, kita memperbaiki sistem yang rusak karena tidak adanya perawatan preventive yang dilakukan. Dalam dunia bisnis, perawatan ini akan menambah nilai jual komputer atau laptop Anda karena sistemnya masih berjalan dengan baik. Nah, membiasakan perawatan secara preventive menjadi sangat penting bagi Anda yang terbiasa menggunakan dan mengelola PC atau Laptop. Adadua tipe perawatan yang bisa kita lakukan, yaitu perawatan pasif dan perawatan aktif. Kita namakan pasif, karena perawatan ini lebih mengarah kepada faktor lingkungan dan benda-benda non komputer yang membantu kinerja PC Anda. Sedangkan perawatan aktif adalah perawatan yang kita lakukan dalam tubuh PC itu sendiri PEMELIHARAAN / PERAWATAN PASIF Perawatan ini meliputi langkah-langkah yang biasa kita gunakan untuk melakukan proteksi sistem terhadap lingkungan yang normal, baik secara fisik dan elektrikal. Hal fisik meliputi temperatur yang baik, thermal stress dari power, kontaminasi debu atau asap dan gangguan lain seperti getaran atau guncangan. Hal elektrikal meliputi ESD (electro-static discharge)/listrik statis, kebisingan power dan gangguan frekwensi radio. Tahap-tahap melakukan perawatan pasif : Memilih lokasi untuk komputer yang bebas dari polusi udara seperti asap, debu, kotoran dan polusi yang lain. Memperkecil kemungkinan terjadinya variasi suhu di dalam ruangan. Misalnya, dengan memberi AC atau tidak menempatkan komputer dekat jendela agar komputer tidak terkena sinar matahari secara langsung. Menyediakan outlet ground dari power yang sudah stabil dan bebas dari gangguan elektris dan interferensi. Hal ini berfungsi menghindari listrik statis PEMELIHARAAN / PERAWATAN AKTIF Intensitas melakukan perawatan aktif sangatlah tergantung dari lingkungan dan kwalitas komponen komputer. Bila lingkungan kita kotor dan berdebu, kita harus membersihkan komputer paling tidak tiga kali dalam sebulan. Namun untuk lingkungan kantor normal, pembersihan komputer dapat dilakukan beberapa bulan sekali dalam setahun. Namun jika kita membuka komputer setelah satu tahun ternyata di dalamnya telah penuh debu, ada baiknya kita memperpendek interval pembersihan. Tahap-tahap melakukan perawatan aktif : Untuk non Operating System : Membersihkan debu CPU dan monitor dengan vacuum cleaner Membersihkan keyboard dan mouse Membersihkan konektor dan kontak pada konektor slot, konektor power supply, konektor keyboard, konektor mouse dan konektor speaker. Untuk perawatan Operating System : Melakukan Back up data dan file-file penting pada waktu yang terjadwal Melakukan clean up dengan menghapus semua file temporer, seperti: *.tmp, *.chk, ~*.*, file-file dari recycle bin, web browser history dan temporary internet files. Melakukan scandisk Melakukan defragmentasi file Melakukan checking dan updating anti virus PERLENGKAPAN / PERALATAN Dengan sedikit upaya dan tool yang tepat, pemeliharaan dan perbaikan PC atau Laptop menjadi mudah untuk kebanyakan orang. Karena perlengkapan atau peralatan untuk pemeliharaan komputer atau laptop ini biasa sudah ada dirumah. Berikut ini adalah beberapa peralatan yang biasa digunakan untuk melakukan perawatan komputer atau laptop. Obeng : Anda hanya butuh dua obeng kecil, satu dengan kepala pipih standar, dan yang satu lagi dengan kepala kembang. Biasanya kurang dari enam inci panjangnya dan pastikan semuanya tidak bermagnet. Penjepit : Penjepit mungil dengan cengkeraman yang bagus tak ternilai harganya untuk memasang dan melepas jumper dan untuk mendapatkan kembali sekrup yang hilang. Penjepit dengan ujung datar lebih berguna dibanding yang ujung runcing. Senter : Bahkan di ruangan yang terang-benderang, bisa saja sulit melihat kabel-kabel kecil dan konektor di bagian dalam casing PC atau laptop Anda. Kuas atau Sikat : Kuas atau sikat diperlukan untuk membersihkan komponen yang sudah mulai kotor dan berdebu MEMERIKSA HASIL PERAWATAN PC ATAU LAPTOP Windows menyediakan banyak utiliti dan wizard berguna untuk troubleshooting dan perawatan PC. Banyak di antaranya bisa diakses dari menu System Tools: Klik Start*Programs*Accessories*System Tools (istilah dan path yang sesuai bervariasi bergantung versi Windows Anda). ScanDisk: Seperti yang tergambar pada namanya, ScanDisk memeriksa hard disk terhadap fragmen file yang keliru letak dan daerah kerusakan fisik. Periksa hard drive Anda secara teratur dengan ScanDisk. Kenaikan mendadak pada jumlah program yang mengalami error bisa berarti kerusakan hard disk. Windows XP tidak punya utiliti ScanDisk. Untuk memeriksa suatu drive di XP, klik-kanan di Explorer, pilih Properties, pilih tab Tools, dan klik Check Now pada `Error- checking`. Anda akan diberitahu bahwa utiliti itu butuh hak eksklusif ke beberapa file Windows dalam disk. Bila Windows menanyakan apakah Anda ingin melakukan pemeriksaan saat restart berikut, klik Yes kemudian OK. Disk Defragmenter: Defragmen hard drive secara teratur untuk menjaganya berjalan lebih cepat dan untuk meningkatkan peluang Anda memulihkan data jika drive tersebut mengalami crash. System Monitor: Program kecil yang luar biasa ini membantu Anda melacak banyak jenis parameter kinerja. Anda dapat melihat grafik real- time yang menampilkan available RAM, virtual memory, CPU usage, dan statistik lainnya. System Monitor terutama bagus untuk melacak sumber problem memori dan mengidentifikasi program mana yang paling membuat stres sistem Anda. (Di Windows XP, Anda bisa menemukan System Monitor dengan memilih Start*Control Panel*Administrative Tools*Performance*System Monitor.) System Information: Utiliti ini merupakan jembatan ke beberapa tool troubleshooting paling kuat di Windows. Pada Windows 9x, Anda akan mendapati System File Checker, Registry Checker, dan System Configuration Utility pada menu Tools di System Information. Di XP, tool di System Information mencakupkan Network Diagnostics dan System Restore. SARAN DAN REKOMENDASI Perawatan pada PC atau laptop hendaknya dilakukan secara berkala, dengan melihat data-data pada kartu perawatan. Sehingga kita tahu kondisi, keadaan dan sesuatu hal yang berkaitan dengan PC atau laptop kita. Pemeliharaan atau Perawatan Yang sifatnya Rutin dan Wajib dilakukan adalah: Backup data - membuat cadangan data. Anti-virus HARUS rutin di-update, agar dapat selalu menangkal virus-virus baru yang terus bermunculan setiap hari. Kunjungi secara rutin situs pembuat antivirus yang digunakan. Secara fisik membersihkan komputer baik bagian luar maupun dalam casing dari debu dan benda-benda asing lainnya, yang dapat mempengaruhi kinerja dan fungsi perangkat komputer. Memastikan sistem pendingin dan sirkulasi udara dalam casing berjalan dengan baik sehingga temperatur komputer bisa terjaga. Untuk komputer yang beroperasi 24 jam nonstop disarankan diletakkan di ruangan yang menggunakan pendingin (AC) Defrag sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan. Defrag biasanya hanya dilakukan jika proses baca-tulis ke harddisk terasa lambat, akan menginstal program besar, atau akan mengkopikan file ukuran besar ke harddisk. Hard disk saat ini sudah sangat kencang, sehingga data yang terfragmentasi biasanya tidak akan banyak memperlambat. Komputer yang lambat seringkali disebabkan karena hal lain; kekurangan memory, ada virus, dan sebagainya. Lagipula full defrag sangat intensif, sehingga jika sering-sering dilakukan maka akan memperpendek umur hard disk. <dolly>  

Muhammad Fadholly Baca Selengkapnya
Onedrive vs Google Drive
17 Jan 2022

Onedrive vs Google Drive

  Terbatasnya kapasitas PC dan ponsel menuntut pengguna untuk memiliki penyimpanan dengan kapasitas lebih demi menyimpan dokumen. Selain itu, kemungkinan dokumen terhapus dan tidak tersimpan secara tidak sengaja juga menjadi kekurangan menyimpan dokumen di folder PC. Karena itu, layanan berbasis cloud bisa menjadi pilihan pengguna untuk menyimpan dokumen. Banyak pilihan layanan cloud yang selama ini sebenarnya sangat dekat dengan pengguna, seperti Google Drive besutan Google dan One Drive besutan Microsoft.  Meski memiliki fungsi yang sama, tentu ada perbedaan antara layanan cloud Google Drive dan One Drive. Berikut penjelasan selengkapnya. Akses Untuk mengakses Google Drive, pengguna PC harus membuka aplikasi browser terlebih dahulu, kemudian memasukkan alamat drive.google.com. Namun, pengguna ponsel dapat dengan mudah mengaksesnya dengan mengunduh aplikasi Google Drive. Agar dapat terkoneksi, pengguna harus memasukkan akun dengan alamat email yang sama baik untuk PC maupun ponsel. One Drive memiliki kinerja yang sama. Hanya saja, jika pengguna menggunakan PC Windows, layanan One Drive sudah secara otomatis dapat diakses melalui dokumen pengguna. Layanan One Drive juga dapat diakses melalui ponsel dengan mengunduh aplikasi One Drive. Kapasitas Jika pengguna terbiasa menyimpan file ukuran besar dalam jumlah banyak, Google Drive dapat menjadi pilihan karena menyediakan kapasitas gratis sebanyak 15GB. Sementara jika sebatas menyimpan file berbentuk tulisan seperti Word, Excel, atau pdf, kapasitas yang ditawarkan One Drive sebesar 5GB sepertinya sudah cukup. Baik Google Drive maupun One Drive menyediakan kapasitas penyimpanan lebih besar jika pengguna memilih layanan berbayar. Kolaborasi antar pengguna Tidak hanya menyimpan dokumen, Google Drive dan One Drive juga memungkinkan pengguna membuat dan mengedit file seperti Word, Excel, atau Power Point. Baik Google Drive dan One Drive memungkinkan penggunanya berkolaborasi untuk membuat atau mengedit file dengan pengguna lainnya dalam waktu yang bersamaan sehingga tidak perlu bergantian untuk membuka file. Google Drive dan One Drive juga memiliki persamaan untuk fitur AutoSave. Sehingga pengguna yang sedang membuat laporan, skripsi, atau input data tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu lupa menyimpan file.  Adapun selain Google Drive dan One Drive, pengguna juga bisa menggunakan layanan cloud dari pengembang lain seperti Dropbox atau iCloud.

A.A. Putri Sri Nuriza Ch.Ch. Baca Selengkapnya
Work From Home bersama Cloud Computing saat Pandemi Corona
19 Jan 2021

Work From Home bersama Cloud Computing saat Pandemi Corona

Cloud computing sudah sangat akrab ditelinga kita, terutama jika melihat dari segi manfaat, fleksibilitas, serta keterjangkauannya dalam pemanfaatan di e-goverment. Dalam dunia teknologi, istilah cloud computing sendiri sering disebut sebagai salah satu inovasi masa kini. Akan tetapi, sayangnya masih sedikit orang yang mengerti terkait cara pemanfaatan cloud computing untuk menunjang kebutuhan di sektor pemerintahan. Nah, di saat kembali di laksanakannya kebijakan work from home oleh Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akibat pandemi corona yang kasusnya semakin melonjak, cloud computing merupakan salah satu teknologi yang tepat untuk dimanfaatkan oleh sektor pemerintah guna menghandle segala bentuk olah data yang berhubungan dengan pekerjaan. Apa itu Cloud Computing? Cloud Computing adalah pemanfaatan teknologi komputer dan aplikasi yang terkoneksi secara bersamaan dengan adanya intenet (tetapi tidak semua yang terkoneksi menggunakan Cloud Computing). Sementara menurut laman wikipedia, cloud computing atau komputasi awan adalah adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, Teknologi ini memusatkan pengelolaan data dan penggunaan aplikasi pada internet. Cloud Computing membantu pengguna mengakses program dan aplikasi secara online, atau tanpa instalasi aplikasi users, cukup dengan melakukan log in saja.Tanpa instalasi aplikasi, maka data pengguna akan disimpan secara virtual tanpa mengurangi kapasitas memori komputer. Manfaat Cloud Computing Teknologi komunikasi kian berkembang pesat. Dan Cloud Computing membantu perkembangan teknologi komunikasi. Teknologi ini menawarkan komunikasi dan transaksi yang lebih cepat sesuai dengan perkembangan zaman yang menuntut segalanya serba cepat. Komputasi cloud mengakomodasi penyimpanan data jarak jauh dan memenuhi persyaratan virtual pengguna yang memerlukan internet untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan efisien. Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, kehadirannya sangat bermanfaat bagi pengguna. Berikut adalah beberapa manfaat Cloud Computing. 1. Biaya Relatif Rendah Ini merupakan manfaat Cloud Computing yang paling penting bagi sebagian besar orang. Penggunaan komputasi cloud tergolong berbiaya rendah karena tidak perlu investasi dana pada inventaris hardware seperti hard disk dan infrastruktur. Beberapa layanan menawarkan instalasi software secara gratis. Secara otomatis biaya pembelanjaan lisensi (hak cipta) software untuk bisnis terpangkas karena semua berjalan dengan cloud computing. 2. Aksesibiliitas Cloud computing mudah diakses. Anda dapat menyimpan semua data anda pada server cloud dan mengaksesnya kapan saja dan di mana saja. Anda dapat mengakses data anda saat work from home selama perangkat anda terkoneksi pada jaringan internet. 3. Mudah Dikelola Sebagai pengguna cloud, anda tidak perlu melakukan upgrade pada server cloud. Server cloud dikelola dan di-upgrade oleh penyedia pelayanan. Sebagian besar server cloud memiliki pertahanan tinggi dengan menggunakan aplikasi keamanan yang spesifik sehingga tidak ada risiko data hilang. 4. Fleksibilitas dan Skalabilitas Dengan cloud computing, anda dapat mengakses data dan dokumen meski sedang berada di luar lokasi. Anda dapat berinteraski dengan kantor visual tanpa hambatan sealam perangkat adna tersambung dengan internet. Dengan Cloud Computing, anda dapat dengan leluasa meminta penyedia layanan untuk menambahkan atau menurunkan batas penyimpanan sesuai dengan kebutuhan anda. 5. Solusi Back-up Proses back-up dapat dilakukan dengan waktu singkat dengan layanan berbasis cloud sehingga dapat mempermudah akses pekerjaan. 6. Komunikasi Menjadi Lebih Mudah Dengan Cloud Computing, sesama pengguna dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien. Perangkat lunak ini memungkinkan seseorang dan relasinya membagikan dan mengerjakan data secara bersamaan. Seperti contohnya Kepala Daerah maupun Kepala Perangkat Daerah yang memerlukan komunikasi secara intens tetapi terbatas jarak dan waktu, Cloud Computing memudahkan mereka dalam mendapatkan dan membagi informasi secara efektif, efisien dan aman. Misalnya yang sudah sering digunakan adalah menggunakan Aplikasi Zoom Meeting. 7. Kontrol Dokumen Manfaat kontrol dokumen yang baik akan terasa ketika semakin banyak representatif menggunakan dokumen yang sama secara bersamaan, karena saat itulah pengendalian dokumen yang aman diperlukan. Tanpa adanya Cloud Computing konten, format dan judul dokumen akan berantakan. 8. Memaksimalkan kinerja dan daya saing Para ASN dituntut untuk berlaku cepat dan tanggap dalam menghadapi perubahan pasar di era persaingan industri yang dinamis. Cloud Computing yang hadir dengan solusi mempermudah komunikasi, fleksibel, terjangkau dan mudah diakses membantu perusahaan meningkatkan performanya dalam menjalankan Tugas dan fungsi ASN.  Sekian untuk artikel terkait cloud computing kali ini. Semoga bermanfaat.

A.A.Putri Sri Nuriza Ch.Ch. | Prakom Pelaksana DP3ACSKB Baca Selengkapnya