Artikel

Kumpulan artikel informatif seputar pemerintahan, teknologi, dan layanan publik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PENGUATAN DATA DAN INFORMASI DALAM UPAYA TERWUJUDNYA PROGRAM KEPENDUDUKAN KELUARGA BERENCANA PEMBANGUNAN KELUARGA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
8 Jun 2017

PENGUATAN DATA DAN INFORMASI DALAM UPAYA TERWUJUDNYA PROGRAM KEPENDUDUKAN KELUARGA BERENCANA PEMBANGUNAN KELUARGA YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

Indonesia merupakan Negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar dan berada diurutan keempat negara dengan jumlah penduduk terbesar didunia setelah China, India dan USA.  Namun dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, tidak lantas menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada tahun 2015 IPM Indonesia berada pada urutan ke-113 yang sebelumnya berada pada posisi 110 di tahun 2014 (UNDP,2015-2016).  Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, Jumlah Penduduk Indonesia telah melampaui angka proyeksi nasional (230,2) yaitu 237,6 juta jiwa dengan laju Pertumbuhan penduduk rata – rata 1,49% pertahun (BPS). Penduduk yang besar dengan kualitas yang tinggi sebenarnya adalah aset bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan penduduk yang besar tidak disertai dengan kualitas yang memadai nampaknya bukan menjadi aset tetapi justru beban pembangunan, dan menyulitkan Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Kebijakan atau keputusan pada hakekatnya tidak dapat diambil secara kebetulan tanpa ada data yang akurat dari kondisi yang akan menjadi target intervensi. Keakuratan data yang menggambarkan profil sebuah objek pembangunan harus terjamin dan menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan sehingga menghasilkan sebuah program yang efektif dan efisien. Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tetang kependudukan dan pembangunan keluarga telah mengamanatkan bahwa Sumber Daya Manusia menjadi tanggung jawab pemerintah. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama OPD Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama dengan mitra kerja menjadi leading sector dalam upaya perwujudan pembangunan manusia melalui pembangunan keluarga dan keluarga berencana. Selain itu Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera merupakan Sub Urusan dari Pemerintah Daerah yang tercantum dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2014. Berdasarkan sensus penduduk 2010, jumlah penduduk di Provinsi kepulauan Bangka Belitung adalah 1.223.296 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu sebesar 3.14 pada periode 2000-2010. Jumlah penduduk yang terus mengalami kenaikan tidak hanya disebabkan pada tingkat kelahiran namun juga tingkat migrasi dari daerah lain yang masuk dengan tujuan mencari lapangan pekerjaan. Berbagai macam permasalahan kependudukan dan keluarga berencana yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  antara lain adalah tingginya TFR per WUS (15-49 thn) sebesar 2,6%, Pengetahuan keluarga tentang issue kependudukan masih rendah, median usia kawin pertama rata – rata 20 tahun, CPR baru mencapai 65,3% (SDKI 2012), peserta Kb aktif MKJP baru mencapai 7,5%, Unmetneed 8% dan masih tingginya anka kelahiran oleh PUS kelmpok umur 20-35 tahun.(rakorda, 2017). TFR (Total Fertility Rate) adalah rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang wanita selama masa hidupnya (sampai akhir masa reproduksinya). Sedangkan CPR (contraceptive Prevalence Rate)  adalah Angka yang menunjukkan banyaknya PUS yang sedang memakai kontrasepsi pada saat pencacahan. Angka CPR digunakan Untuk menetapkan kebijakan pengendalian kependudukan, penyediaan pelayanan KB serta sterilisasi, pemasangan IUD, persiapan alat dan obat, serta pelayanan konseling untuk menampung kebutuhan dan menanggapi keluhan pemakaian kontrasepsi. Besarnya angka CPR diharapkan akan menurunkan angka TFR artinya meningkatnya pemakaian kontrasepsi diharapkan akan menurunkan angka kelahiran. Angka Prevalensi Penggunaan Kontrasepsi (CPR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2016 terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 83,9% dari sasaran KKP sebesar 69,2%. Berikut Tabel CPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan Kabupaten/Kota: Dari sasaran PUS sebesar 273.191 PUS, pencapaian PUS yang menggunakan kontrasepsi adalah sebesar 229.251 PUS atau sebesar 83,9% dengan variasi nilai dari yang terendah di Bangka tengah hingga tertinggi di Bangka Selatan. Dari pencapaian penggunaan alat kontrasepsi yang termasuk cukup tinggi tersebut seyogyanya dapat menurunkan angka kelahiran yang signifikan. Pada tahun 2015 target TFR sebesar 2,57 dan diharapkan menurun pada tahun 2016 menjadi 2,56, namun pada kenyataannya angka TFR untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari tahun 2014 dengan angka 2,6% (SDKI 2012) sampai dengan 2016 tidak beranjak dari angka 2,6% (Rakorda KKBPK,2017). Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu analisis data lebih mendalam untuk menemukan letak permasalahan/kendala keberhasilan dalam menurunkan TFR. Perlu diketahui sebelumnya bahwa TFR adalah angka rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh WUS pada masa reproduksinya. Menurut Depkes RI (2004), Wanita Usia Subur adalah wanita yang masih dalam usia reproduktif, yaitu antara usia 15 – 49 tahun, dengan status belum menikah, menikah, atau janda. Melihat kisaran usia reproduksi WUS, maka pelayanan KB seharusnya lebih menfokuskan kemudahan dan menjamin ketersediaan alkon bagi WUS kelompok usia muda terutama dengan menggunakan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Ketika yang menjadi sasaran pelayanan KB adalah PUS diusia diatas 35 tahun dan sudah terlanjur memiliki anak lebih dari 2, maka tidak akan mempengaruhi penurunan angka TFR meskipun angka CPR akan meningkat. Oleh karena itu maka diperlukan pemetaan sasaran dan prioritas tindakan dalam melaksanakan KIE, Konseling dan Pelayanan KB. Hal ini lah yang kemudian menuntut peran akif dari pekerja-pekerja kependudukan maupun institusi kependudukan secara lebih besar untuk bersama-sama mengatasi permasalan ini. PKB/PLKB dan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang terdiri dari Pembantu Pembina Keluarga Berencana Daerah (PPKBD), Sub PPKBD dan Kelompok KB juga ikut andil dalam pencapaian pelayanan KB yang tepat sasaran. Salah satu tugas dari Penyuluh Kelurga Berencana adalah membuat peta keluarga sehingga memudahkan dalam melaksanakan intervensi sesuai kondisi dan kebutuhan keluarga. Selain pentingnya peningkatan kualitas kinerja, integritas dan etos kerja juga harus ditingkatkan agar data yang dihasilkan benar-benar mewakili kondisi yang sebenarnya sehingga kebijakan yang diambil merupakan sebuah pemecahan masalah atau solusi yang tepat bagi masyarakat. Pentingnya keakuratan data serta kemampuan menganalisis dan menginterpretasikan data perlu ditingkatkan agar program-program yang akan direncanakan oleh pemerintah dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien sehingga langsung memberikan benefit yang signifikan bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Penguatan data dapat dilakukan dimulai dari meningkatkan keterampilan SDM yang berada di lini lapangan seperti kader KB, Sub PPKBD dan PPKBD sampai dengan operator, pengelola data yang ada di instansi yang membidangi program KKBPK yaitu BKKBN, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) dan OPD Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.   DAFTAR PUSTAKA United Nations Development Programme (UNDP),2015.Human Development Report 2015. Human Development for Everyone. United Nations Development Programme (UNDP),2016.Human Development Report 2016. Human Development for Everyone. M, Ayunanda, Z,Ismaini, 2013.Analisis Statistika Faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur dengan Menggunakan Regresi Panel. Jurnal sains dan seni pomits vol. 2, no.2, (2013) 2337-3520 (2301-928x print) BKKBN, 2017.Rakorda Program KKBPK Tahun 2017. Pangkalpinang

ANAK BUKANLAH MINIATUR ORANG DEWASA
5 Jun 2017

ANAK BUKANLAH MINIATUR ORANG DEWASA

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah mengeluarkan kebijakan Full Day School (FDS). Meskipun tertunda namun Kebijakan tersebut telah tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Dalam Pasal 2 butir 1 disebutkan bahwa Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu. Dalam bahasa keseharian, kebijakan ini dikenal dengan sebutan sekolah lima hari (SLH). Kebijakan SLH ini sebagaimana kebijakan pemerintah lainya di era terbuka ini menuai pro dan kontra di masyarakat. Bagi yang setuju, kebijakan ini dianggap sebagai ikhtiar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kebijakan tersebut juga bisa menambah waktu kebersamaan anak-anak dengan orang tua. Sementara yang menolaknya berargumen bahwa kebijakan ini akan menggerus keberadaan TPQ, madrasah diniyah, dan atau pendidikan keagamaan lainnya. Kebijakan ini dianggap tidak sesuai dengan sosiologis masyarakat Indonesia. Secara filosofis kebijakan mendikbud tentang hari sekolah ditujukan dalam kerangka penguatan pendidikan karakter (PPK). Mendikbud menimbang bahwa untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi, perlu penguatan karakter bagi peserta didik melalui restorasi pendidikan karakter di sekolah. Restorasi pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah akan lebih efektif dengan optimalisasi peran sekolah. Caranya dengan mengatur ulang hari sekolah; dari enam hari sekolah menjadi lima hari sekolah. Hal tersebut diatas adalah logika pemerintah yang akan mengubah jam sekolah dari 6 hari menjadi 5 hari. Namun kita lihat apa dampaknya dari kebijakan tersebut baik positif maupun negatif. Bahwa kebijakan tersebut dampak mungkin sesuai dengan apa yang disebutkan dengan perkembangan global. Dimana tuntutan hidup lebih tinggi terutama dari sisi ekonomi sehingga kedua orang tua baik ayah maupun ibu semua bekerja akibatnya anak tidak ada yang menjaga dirumah dan kesibukan meningkat , jalanan macet dan lalulintas padat sehingga ini dapat mengurangi rute sekolah yang aman bagi anak untuk pulang sendiri dan berkurangnya tempat bermain yang aman dan edukatif bagi anak yaitu anak pulang sekolah mau main dimana, sementara lingkungannya tidak mendukung untuk itu. Hal tersebut biasanya terjadi hanya di kota besar yang memiliki ciri individual, kebutuhan tinggi dan bergerak dengan cepat. Dengan kenyataan tersebut maka 5 hari kerja menjadi relevan  untuk dilaksanakan di kota besar. Sementara bagi masyarakat desa atau kota kecil problem tersebut relatif tidak terjadi. Tuntutan ekonomi tidak sebesar di kota besar, jalanan masih cukup aman, masyarakatnya masih saling mengenal satu sama lain, dan banyak lembaga pendidikan non formal seperti madrasah Diniyah, sekolah sore, PTQ daln lain lain yang tumbuh dan berkembang. Maka kebijakan Full Day School menjadi dipertanyakan keefektifanya. Alih-alih menambah karakter anak didik, jika menggerus keberadaan sekolah keagamaan yang tujuanya juga mendidik karakter anak bangsa yang berakhlak dan religius. Kehawatiran bahwa kebijakan tersebut hanya cocok untuk perkotaan dan kebijakan tersebut dibuat oleh pemerintah pusat yang kebetulan adanya di kota metropolitan tanpa melihat situasi dan kondisi di daerah menjadi alasan yang masuk akal. Pemerintah saat mengeluarkan ide bahkan sudah menjadi kebijakan tentu sudah melalui kajian yang mendalam dari berbagai sudut pandang. Mudah mudahan kebijakan ini adalah dengan mempertimbangan kepentingan terbaik bagi anak.karena kebijakan ini seandainya gagal, anaklah yang paling dirugikan dalam hal ini. Anak memiliki hak bermain dan belajar tidak hanya disekolah, namun juga dirumah dan dilingkungan tempat dia tinggal. Dengan kebijakan ini maka waktu di sekolah lebih lama, dan waktu berkumpul dengan keluarga juga mungkin cukup karena ada 2 hari libur sabtu dan minggu. Waktu 2 hari ini mungkin akan dipakai untuk acara keluarga, seperti rekreasi dan sebagainya. Namun waktu untuk lingkungan sekitar, sosialisasi dan kebutuhan bermain dengan teman sebaya juga mengenal flora dan fauna dilingkungan sekitar ini yang anak sangat berkurang.  Dahulu kita bisa terus keluar rumah sepulang sekolah dan selalu membuat kegiatan yang mengasikkan bersama teman seperti menangkap ikan, burung dan berpetualang yang itu semua bagian dari belajar juga. Namun sekarang kegiatan tersebut sudah nyaris hilang, dan akan musnah mungkin dengan adanya Full Day School.   Mungkin memang sudah bukan zamanya, namun mudah mudahan anak yang memang sedang masa bermain masih mendapatkan arena bermainya ditengah tengah jam sekolah yang sampai sore. Dalam arti kegiatan sekolah tidak hanya dijejali dengan teori dan tugas yang berat namun diselingi dengan permainan yang mengasikan bagi anak. Sebagai masyarakat alangkah baiknya kita mengikuti kebijakan pemerintah dan seandainya terdapat ketidak sesuaian dari kebijakan tersebut tentu akan diperbaiki atau dievaluasi. Namun disarankan kepada pemerintah untuk tidak menerapkan kebijakan tersebut kepada seluruh wilayah, dibuat sampel terlebih dahulu semacam pilot project, dan nanti akan dipantau dan dievaluasi. Pemerintah juga perlu melakukan upaya sinergitas antara pendidikan formal SD, SMP dll) dengan pendidikan non formal seperti TPQ, Madrasah Diniyah, bahkan lembaga kursus-kursus untuk saling mengisi dan melengkapi agar masing masing bisa berjalan sesuai dengan perannya dan tidak ada yang dirugikan. Memang melakukan sinergitas semacam itu tidaklah semudah yang diucapkan, namun harus dicoba, sehingga jika dinilai berhasil akan cukup berdampak terhadap penerimaan kebijakan baru tersebut dimasyarakat. Saat itulah kebijakan Full Day School siap diberlakukan di seluruh Indonesia.  Intinya apapun kebijakannya jangan sampai mengorbankan kepentingan dan kebutuhan anak karena anak adalah kita dimasa mendatang. Namun apa yang kita alami dimasa lalu sungguh berbeda dengan yang anak kita alami dimasa kini dan masa yang akan datang karena kita hidup di zaman yang berbeda. Janganlah membayangkan bahkan menyamakan cita-cita kita sama dengan cita –cita anak kita. Karena anak bukanlah miniatur orang dewasa. 

Faiz Marzuki Baca Selengkapnya
PARADIGMA BARU PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DI BABEL
16 Mei 2017

PARADIGMA BARU PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DI BABEL

Perubahan status Badan Pemberdayaan Perempuan, KB dan Perlindungan Anak (BPPKBPA) menjadi Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) membawa konsekswensi tersendiri karena perbedaan fungsi dinas dan badan. Perbedaanya kurang lebih adalah dinas melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan bertanggung jawab Kepada Kepala daerah melalui Sekretaris Daerah. Dinas Daerah menyelenggarakan fungsi; perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya, pemberian perizinan dan pelaksanaan pelayanan umum, serta pembinaan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya. Sedangkan Badan termasuk dalam Lembaga Teknis Daerah (LTD) yang dibentuk untuk melaksanakan fungsi penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah meliputi: perencanaan, keuangan, kepegawaian serta pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, fungsi lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan berubahnya BPPKBPA menjadi DP3ACSKB maka secara fungsi dapat melaksanakan pelayanan umum secara langsung, dan koordinasi dengan dinas dinas di kabupaten/Kota dapat lebih leluasa dan ini sesuatu yang sulit dilakukan saat menjadi Badan. Dari segi nama yang panjang memang terkesan gemuk dan membidangi banyak bidang, namun disisi lain apapun namanya maka harus dapat berjalan dengan ekfektif dan efisien. Di DP3ACSKB ada bidang perlindungan perempuan dan perlindungan anak yang selama ini menjadi institusi yang turut bertanggung jawab terhadap maraknya kejadian kekerasan, baik fisik, psikis, sosial maupun mental yang korbannya adalah kebanyakan perempuan dan anak. Di bawah koordinasi DP3ACSKB juga ada P2TP2A lembaga independen yang anggotanya adalah para pemerhati perempuan dan anak dan juga dari berbagai unsur terkait baik pemerintah maupun swasta. Upaya untuk memaksimalkan kinerja pelayanan masih dilakukan terus menerus, kerjasama dengan berbagai pihak (MoU) telah banyak dilakukan baik dengan istitusi di dalam provinsi maupun dengan [provinsi lain. Bahkan P2TP2A di akhir tahun 2016 telah memperoleh sertifikat ISO 9001;2015. Namun esensi dari sebuah pelayanan kepada masyarakat bukanlah hanya masalah banyaknya dokumen kerja sama, sertifikat, penghargaan dan lain lain. Tapi bagaimana pelayanan yang dilakukan menyentuh secara langsung ke masyarakat, ada bukti nyata kinerjanya dan dapat diukur yang intinya kehadirandari sebuah SKPD dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagaimana salah satu “nawacita” bahwa negara harus hadir ditengah tengah permasalahan yang dihadapi rakyatnya. Kalau hal tersebut ditanyakan apakah sudah dilakukan tentu jawabanya sudah dilakukan, namun apakah efektif, efisien dan tepat sasaran jawabanya tentu saja belum. Belum disini bukan mengecilkan kinerja selama ini, namun bahwa pelayanan harus selalu ditingkatkan dan diperbaiki secara terus menerus. Kenyataan dilapangan juga sejalan karena masih banyaknya kejadian KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) perceraian, pencabulan, kenakalan remaja dan lain lain masih saja beritanya menghiasi pemberitaan di media cetak dan elektronik lokal maupun di media sosial. Pertanyaanya kemudian adalah, seperti apa seharusnya dalam menangani permasalahan perempuan dan anak agar lebih baik di tengah gempuran teknologi dan informasi yang bukan hanya membawa dampak kebaikan namun juga dampak negatif bagi kehidupan sosial dan masyarakat kita. Padahal kita sudah berusaha menangani setiap permasalahan yang ada, menolong korbannya, menangkap pelakunya, menghukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.  Bahkan kita seringkali memulangkan kedaerah asal jika korbannya adalah dari luar daerah yang memakan anggaran APBD yang tidak sedikit. Namun permasalahan dan kasus terus saja berulang bahkan semakin hari semakin banyak jumlahnya dan modusnya terutama untuk kasus trafficking (perdagangan orang) semakin canggih dan sulit dibedakan mana pekerja beneran dan mana yang dipekerjakan dengan terpaksa. Perubahan status badan menjadi dinas yang kemudian diikuti oleh perubahan personel dan pimpinan membawa angin segar dalam paradigma pelayanan perlindungan perempuan dan anak. Pemikiran serta ide terobosan baru dalam penanganan perlindungan perempuan dan anak perlu dilakukan dengan pendekatan pencegahan (preventif). Pendekatan masyarakat yang lebih menekankan upaya pencegahan dan keningkatan (preventif dan promotif) dibanding dengan upaya pengobatan (kuratif)  menjadikan Dinas P3ACSKB lebih mengarah ke upaya pencegahan sebagaimana yang dibahas dalam rakor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tingkat provinsi yang telah dilaksanakan awal tahun ini. Rakor yang dihadiri oleh seluruh kepala dinas se-Kabupaten/Kota itu memunculkan semangat paradigma baru dalam pelayanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Rakor yang berlangsung di aula kantor gubernur itu disamping melakukan evaluasi dan perumusan masalah perlindungan perempuan dan anak juga disepakati langkah langkah yang strategis dan lebih diharapkan lebih terkoordinir dan sinergis antara kabupatn/kota dan provinsi. Memang kita selama ini melakukan terus upaya penanganan dalam menghadapi kasus perkasus dari segi jumlah serasa jalan ditempat dan kejadianya tidak pernah berkurang. Selesai menangani kasus satu akan datang kasus lainya dengan variasi dan tingkat modus yang semakin canggih. Ungkapan “pencegahan lebih baik dari pengobatan” agaknya akan benar benar diterapkan didalam penanganan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di provinsi Kepulauan Bangka Belitung kedepan. Upaya promotif dalam hal memberikan pendidikan, pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam upaya melindungi perempuan kepada segenap lapisan masyarakat serta penyuluhan kepada kelompok rentan seperti remaja, ibu rumah tangga, keluarga kurang mampu dan berpendidikan rendah menjadi sasaran utama.   Pembentukan jejaring dan sistem informasi, serta sistem kewaspadaan dini upaya pencegahan  dari tingkat provinsi sampai ketingkat terbawah (desa dan RT) juga akan dilakukan sehingga seandainya ada gejala seperti  ketidakadilan gender, dapat segera dicegah dan ditangani dengan baik. Pendekatan paradigma pencegahan ini bukan berarti melupakan upaya penanganan, karena upaya penanganan, pengobatan, pemulihan dan pemulangan korban tetap akan dilakukan namun bersamaan dengan upaya itu maka akan ada upaya upaya pencegahan supaya kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan perempuan, pencabulan, diskriminasi dan lain lain akan dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin dan tdapat lebih ditekan angka kejadianya. Mudah mudahan niat dan semangat dan perubahan mainset ini dapat ditularkan dan dijabarkan keseluruh personel SKPD terkait di Kabupaten/Kota di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Faiz Marzuki Baca Selengkapnya
1 Nov 2014

Usus Buntu

Apendisitis atau yang umum dikenal dengan usus buntu merupakan salah satu penyakit yang memerlukan operasi atau pembedahan sebagai langkah penyembuhannya. Rasa sakit yang kadang hilang membuat orang sering meremehkan penyakit ini, tetapi rasa sakit yang menyerang akan membuat orang yang mengalaminya menderita kesakitan yang sangat merepotkan. Maka, lebih baik mengetahui gejalanya sebelum datang rasa sakit yang mengganggu. Apa penyebab dan gejala dari usus buntu ini? Pasien dinyatakan usus buntu apabila terjadi penyumbatan total pada bagian lumen apendix. Hal umum yang sering ditemui penyumbatnya adalah biji-bijian seperti biji jambu, tomat atau cabai.  Gejala Usus Buntu Apabila Anda sering mengalami sakit pada perut, cobalah periksa apakah sakit perut Anda sama dengan gejala usus buntu berikut ini: Rasa sakit pada bagian pusar dan ulu hati yang kadang datang dan kadang hilang. Selanjutnya akan merasakan sakit pada bagian abdomen sisi kanan beberapa jam setelah gejala pertama. Rasa sakit dengan intesitas yang kuat dan bahkan disertai dengan demam pada penderitanya. Suhu badan dapat mencapai 39 derajat Celcius dan menetap. Rasa sakit pada bagian perut juga disertai rasa mual dan kembung. Rasa mual juga dapat menyebabkan penderita muntah apabila lambung terisi makanan.  Periksa Usus Buntu Untuk memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan indikasi usus buntu, pihak medis biasanya meakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosanya. Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan adalah dengan USG pada bagian abdomen, pemeriksaan foto radiologic, dan pemeriksaan laboratorium dan urine. Pada pemeriksaan urine, pengecekan dilakukan dengan melihat apakah jumlah leukosit atau eritrosit pada apendiks melebihi batasan normal atau tidak. Kelebihan jumlah eristrosit dan leukosit dapat mengindikasikan adanya peradangan pada apendiks.  Operasi Usus Buntu Pada kasus usus buntu, penyembuhannya dilakukan dengan cara operasi. Ada dua cara operasi usus buntu yang dapat dilakukan. Pertama, disebut dengan Apendiktomi Konvensional dan yang kedua dengan cara Apendiktomi Laparoskopik. Apendiktomi Kovensional dapat dilakukan pada pasien dengan berat badan normal. Sedangkan apabila pasien memiliki berat badan berlebih atau obesitas, maka pembedahan dilakukan dengan Apendiktomi Laparoskopik. Pelaksanaan pembedahan tidak dapat dilakukan secara langsung, karena ada syarat kondisi tubuh pasien telah membaik. Syarat kondisi pasien sebelum dilakukan pembedahan adalah suhu badan pasien tidak boleh lebih dari 38 derajat Celcius, pembuangan urine normal yaitu 1-2 ml/kg setiap jam dan denyut nadi dibawah 120 kali/menit. Usus Buntu pada Anak Usus buntu dapat pula menimpa anak-anak bahkan bayi. Pada anak dan bayi diagnosa dini sulit dilakukan, selain itu jika menimpa pada anak-anak, resikonya menjadi lebih besar karena makin muda usia pasien, makin besar kemungkinan terjadinya komplikasi pada robekan pembedahan. Maka, akan sangat baik mencegah penyakit ini menimpa anak Anda. Dengan mengetahui gejala usus buntu sejak awal, Anda akan lebih mudah melakukan tindakan segera agar penyakit usus buntu tersebut tidak berlarut-larut. (kumpulaninfo.com)

RSU Provinsi Baca Selengkapnya
1 Nov 2014

Macam-Macam Penyakit Menular

Penyakit menular adalah penyakit yang dapat berpindah dari satu penderita kependerita lain, baik terjadi secara langsung maupun tidak langsung. penularan penyakit secara langsung terjadi apabila kita melakukan kontak langsung dengan si penderita, sedangkan secara tidak langsung biasanya melalui media, seperti air, udara, pakaian dan lainnya Penyakit menular tentunya sangat membahayakan. disamping efek dari penyakit itu sendiri, juga akan membuat orang-orang disekeliling penderita terancam mengalami hal yang sama, sehingga sulit untuk memberi pertolongan. Tentunya kita dituntut untuk waspada dengan mengerti bentuk, penyebab dan macam-macam penyakit menular, tujuannya agar pertolongan yang diberikan kepada penderita benar-benar maksimal dan kita tidak ikut mengalami hal yang sama. Nah pada postingan kali ini Blog Macam-macam Kanker akan membahas tentang "Macam-Macam Penyakit Menular" yang tergolong bahaya dan sering dijumpai pada lingkungan masyarakat.   1. Demam Berdarah Dengue (DBD) Penyakit menular yang pertama adalah Demam Berdarah Dengue. Demam berdarah adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang tumbuh di dalam nyamuk Aides aegypti. penyakit ini tergolong penyakit ganas mematikan yang dapat menyerang manusia, baik itu anak-anak maupun dewasa. Penyebab penyakit ini adalah gigitan nyamuk Aides aegypti dan melakukan kontak langsung dengan penderita DBD.   2. Malaria Penyakit menular yang kedua adalah Malaria. Malaria adalah penyakit yang disebabkan bibit penyakit Plasmodium yang merusak sel darah merah pada tubuh. penyakit ini ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Anopheles. Penyebabnya karena beberapa hal, diantaranya : Gigitan nyamuk Malaria, Transfusi darah yang mengandung bibit penyakit malaria dan hubungan antara ibu yang malaria terhadap anaknya (melalui ASI).   3. Flu Burung Penyakit menular yang ketiga adalah Flu Burung. Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini adalah Avian influenza dan sering disebut dengan nama H5N1. Penyebab penyakit ini adalah: Kontak langsung dengan unggas yang terserang Avian influenza, kontak dengan penderita, dan menghirup udara yang tercemar oleh virus H5N1.   4. Diare Penyakit menular yang ke empat adalah Diare. Diare adalah penyakit dengan gejala buang air besar encer lebih dari 5 kali sehari. penyakit ini tergolong penyakit yang berbahaya, karena penderita dapat dehedrasi akibat kekurangan air pada tubuhnya. Penyebab diare adalah: Infeksi oleh bakteri, virus, dan parasit. Alergi pada makanan dan obat-obatan serta udara yang tercemar virus diare.   5. HIV/AIDS Penyakit menular yang kelima adalah HIV/ AIDS. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. yaitu virus yang menyebabkan rusaknya/melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tubuh menjadi semakin lemah yang mengakibatkan penyakit-penyakit lain mudah masuk dan menyerang tubuh. Penyebabnya ada banyak faktor, diantaranya; hubungan seks yang tidak sehat, sering berganti-ganti pasangan, Penggunaan jarum suntik untuk bersama-sama dan dari ibu ke anak (jika pada hamil si ibu menderita HIV). (macammacamkankerblogspot.com)

RSU Provinsi Baca Selengkapnya
1 Nov 2014

Kenali Penyakit Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung. Setiap tahun, jutaan orang di seluas dunia mengalami serangan jantung. Tidak semua serangan jantung mengakibatkan kematian. Namun, umumnya setiap pasien yang pernah mengalami serangan jantung menderita beberapa dampak lanjutannya. Sedangkan sisanya tidak tertolong lagi. Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung. Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis. Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung. Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal. Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung. Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi. Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.  Kenalilah gejala-gejala tersebut apakah terjadi nyeri dada, sesak napas, ataupun jantung berdebar. Hentikan segera semua pekerjaan apa pun yang sedang Anda lakukan lalu duduk atau berbaringlah sembari menarik napas dalam-dalam. Jika Anda sendirian sementara gejala tersebut berlangsung lebih dari beberapa menit segera hubungi nomor telepon darurat setempat dan katakan Anda terkena serangan jantung. Atau hubungi orang di sekitar Anda dengan memberikan informasi yang sama. Jika ada yang bisa mengantar Anda ke rumah sakit lebih cepat daripada kedatangan paramedis, segeralah minta bantuannya pergi mengantar Anda ke ruang gawat darurat di rumah sakit. Lebih cepat ditangani akan lebih baik. Namun jika Anda menunggu tim paramedis datang, maka sementara menunggu, Anda dapat melonggarkan pakaian yang ketat, termasuk ikat pinggang atau dasi. Buat diri dalam posisi yang terasa nyaman. Tetaplah tenang, tidak soal Anda korbannya atau penolongnya. Kepanikan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya aritmia atau penyimpangan irama jantung yang mengancam kehidupan. Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga. Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stres akibat pekerjaan. Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner. Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.  Tips Mencegah Penyakit Jantung Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, Anda dapat melakukan hal-hal berikut: Pola makan sehat Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng. Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini. Berhenti merokok Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat. Hindari Stres Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah. Hipertensi Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak. Obesitas Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung. Olahraga secara teratur Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh. Konsumsi antioksidan Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran. Keturunan Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika Anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat menunjang jantung sehat.   Mengatasi Penyakit Jantung Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian. Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada. Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya. (kumpulaninfo.com)

RSU Provinsi Baca Selengkapnya