Pangkalpinang - Siswa harus berpikir visioner. Harus memiliki pandangan, wawasan, atau kemampuan berpikir jauh ke depan untuk masa depan. Salah satu contohnya, mengenai reproduksi sehat. 

Demikian dikatakan Megawati Soeroso, S.T., M.Si Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Talk Show Kesehatan Reproduksi dan Isu Remaja Lainnya Secara Keliling (Tas Keling), di SMA  St. Yosef Pangkalpinang, Senin (2/11/2026).

Sebanyak 250 peserta dari kelas X SMA St. Yosef, Pangkalpinang mengikuti kegiatan ini. Tampak siswa sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. 

Lebih jauh ia mengatakan, siswa harus mengerti dan memahami mengenai reproduksi yang baik dan sehat. Sebab banyak masalah yang bisa ditimbulkan karena persoalan reproduksi. 

"Anak-anak harus mengerti mengenai reproduksi sehat," tegas Megawati.

Tak hanya itu, menurut Megawati, siswa juga hendaknya mengerti mengenai persoalan administrasi kependudukan. Hal ini penting, pasalnya memiliki identitas kependudukan menjadi salah satu hak anak. 

"Apakah kalian sudah mempunyai Kartu Identitas Anak (KIA). Jika belum, segera dapatkan KIA tersebut. Ini penting ya," kata Megawati. 

Sebagai warga negara yang baik, jelas Megawati, sudah seharusnya mempunyai Kartu Identitas Anak, khususnya bagi yang belum berusia 17 tahun. Sedangkan untuk mendapatkan KIA ini tidaklah sulit. 

Bicara mengenai kasus perundungan, Megawati mengingatkan agar siswa jangan melakukan tindakan perundungan, apalagi di sekolah. Anak merupakan masa depan bangsa. 

"Anak merupakan penerus bangsa harus melakukan yang terbaik, sehingga mendapatkan yang terbaik. Tuntutlah ilmu agar bisa menjadi kebanggaan orang tua, bangsa dan negara," tegasnya.

Sementara Kepala SMA St. Santo Yosef Pangkalpinang Yuli Ismanto, S.Pd mengatakan, materi talk show ini penting. Siswa sebagai individu harus mengetahui mengenai reproduksi sehat. 

"Kegiatan ini membawa pencerahan. Jika ada yang ingin ditanyakan langsung disampaikan saja, untuk menambah pengetahuan semua murid," sarannya.