Pangkalpinang - Eksistensi keluarga menjadi penentu kondisi masyarakat, dan keluarga juga menentukan kondisi bangsa. Setiap individu dituntut menjaga dan meningkatkan kualitas keluarga. Harapannya berdampak terhadap pembangunan bangsa yang kuat.
Demikian dikatakan Megawati Soeroso, S.T., M.Si., Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat kegiatan Peningkatan Kualitas Keluarga dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Hak Anak, di Hotel Bangka City, Kamis (22/10/2026).
Indek kualitas keluarga sudah cukup baik dan sempat menempati posisi empat besar nasional. Megawati menjelaskan, nilai ini dipengaruhi tingkat pendapatan ekonomi keluarga, intensitas praktik keagamaan, interkoneksi anggota keluarga.
"Selain itu dilihat juga hubungan keluarga dengan lingkungan sosial sekitar yang harmonis," ungkapnya.
Menyinggung mengenai penghargaan Parahita Ekapraya, menurut Megawati, evaluasi verifikasi lapangan digelar 28 Oktober mendatang. Terkait ini tentunya membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten/kota.
"Kita mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk kabupaten/kota yang lolos verifikasi tersebut. Kita perlu melakukan persiapan maksimal, dan hendaknya bisa mempertahankan bahkan bisa naik kelas," harapnya.
Terdapat lima masalah utama kualitas keluarga. Ia menjelaskan, salah satu yang perlu mendapatkan perhatian yakni mengenai perlindungan dari tindak kekerasan. Selain itu, keterampilan pengasuhan dan literasi digital, perkawinan anak, ketahanan ekonomi keluarga.
"Terakhir, mengenai koordinasi dan kesenjangan data. Jika ada tindak kekerasan di dalam keluarga, maka dalam penanganannya akan berkoordinasi dengan pihak terkait," jelasnya.
Sebelumnya Susanti Saparudin, S.E. menjabat sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pangkalpinang mengatakan, rumah harus menjadi tempat teraman dan ternyaman bagi ibu dan anak. Orang tua harus dapat menyisihkan waktu bagi anak.
"Saat ini banyak orang tua melakukan aktivitas sampai sore, sehingga tidak ada lagi tempat mengadu bagi anak. Untuk itu perlu meluangkan waktu bagi anak," sarannya.
Selain Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bertindak sebagai narasumber kegiatan ini Drs. Zulwardi Batubara Penata KKB Ahli Madya BKKBN Babel, Fitria Kurniawati, S.ST Statistik Ahli Muda BPS Babel.
Adapun pemateri lainnya, Hardi Effendi dan Maryam, S.H., M.H., Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.