Pangkalpinang - Megawati Soeroso, S.T., M.Si Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan agar untuk dapat terus meningkatkan koordinas dalam implementasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Ini merupakan ekosistem pendidikan kependudukan.
SSK satuan pendidikan formal pada jenjang pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dalam kegiatan pembelajaran untuk membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku berwawasan kependudukan
"Penerapannya perlu bekerja di banyak meja, artinya harus ada koordinasi dan dukungan dari banyak pihak," kata Megawati saat kegiatan Monitoring Sekolah Siaga Kependudukan, di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Selasa (27/10/2026).
Menurut Megawati, pertemuan ini hendaknya dapat mengetahui kondisi, capaian, tantangan, dan arah penguatan (SSK). Sekolah yang sudah menjalankan program ini dapat memberikan contoh ke sekolah lainnya.
Gambaran SSK di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jelas Megawati, sebanyak 186 tercatat gabungan tiga jenjang, 170 kategori terdaftar, lima kategori dasar, dan ada sebelas sudah berkategori paripurna.
"Basis SSK sudah tersedia, namun kategori terdaftar mendominasi. Fokus penguatan perlu diarahkan pada pemutakhiran data, pembinaan sesuai kebutuhan sekolah dan percepatan pada peningkatan kualitas pengelolaan," tegasnya.
Selain kepala DP3ACSKB, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain yakni, Damayanti, S.KM., dari BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Adapun peserta kegiatan dari sekolah dan instansi terkait.