Pangkalpinang-DP3ACSKB Provinsi Kep.Bangka Belitung menerima tamu dari KPPPA RI pada Rabu (26/12/18). Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala DP3ACSKB Provinsi Kep.Bangka Belitung Susanti dan Bidang PKHP. Kunjungan KPPPA RI ini dilaksanakan untuk monitoring dan evaluasi PUSPA di Bangka Belitung.

Perwakilan dari KPPPA RI Santi mengungkapkan bahwa kunjungan ini untuk mengetahui apakah PUSPA perlu dilaksanakan di Bangka Belitung. Kemudian Kepala DP3ACSKB Provinsi Kep.Bangka Belitung Susanti menjelaskan bahwa PUSPA sangat diperlukan di Bangka Belitung.

"PUSPA ini menggerakkan masyarakat untuk membantu perlindungan perempuan dan anak, kami sebagai pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Kami perlu kerjasama dengan masyarakat, misalkan desa membuat aturan sendiri untuk para pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak," jelas Susanti.

Susanti menambahkan bahwa PUSPA ini merupakan sebuah gerakan yang mampu meningkatkan pelayanan masyarakat. "ASN ini jumlahnya sedikit, kita tidak bisa sendiri bergerak. PUSPA ini sangat-sangat diperlukan, bahkan kemarin saat saya mengunjungi masyarakat mareka sangat senang dengan adanya PUSPA" ungkap Susanti.

Melalui PUSPA, dilaksanakan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kualitas perempuan. Kaum perempuan diberikan pelatihan untuk membuat kerajinan ataupun memiliki keterampilan. Selain itu, melalui PUSPA dilaksanakan juga sosialisasi untuk masyarakat, termasuk di dalamnya anak-anak untuk memahami peraturan terkait perlindungan perempuan dan anak. Bahkan ada pengurus PUSPA yang sudah mampu menggerakkan masyarakat.

Susanti mengusulkan kepada perwakilan KPPPA RI agar PUSPA tidak dihentikan, "tolong sampaikan kepada pusat agar PUSPA tetap dilaksanakan, tidak apa-apa jika diserahkan ke APBD jadinya lebih mandiri, kami ingin terus mengembangkan ini di Babel," jelas Susanti.

Kemudian perwakilan KPPPA RI Santi menanyakan tentang keberadaan forum PUSPA di Bangka Belitung dan kerjasama dengan OPD lain terkait kemasan ataupun pemasaran hasil industri rumahan dari PUSPA. Kepala DP3ACSKB mengungkapkan bahwa di Bangka Belitung belum memiliki sekretariat resmi dan untuk kerjasama tentang kemasan serta marketing sudah ada.

Selanjutnya, ditanyakan tentang program yang sasarannya untuk anak. Dan Kabid PKHP Wardiyah menjelaskan untuk program ini sudah dilaksanakan yakni program sosialisasi tentang pola asuh anak yang sasarannya adalah ibu dan anak, khusus untuk anak sendiri belum ada.

Kunjungan dari KPPPA RI ini dilanjutkan dengan evaluasi dan monitoring ke lapangan, yakni ke Lontong Pancur yang menjadi locus utama PUSPA di Kota Pangkalpinang.