Pangkalpinang - Mewujudkan responsif gender menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini hendaknya didukung dengan pengelolaan anggaran yang mengarah ke upaya tersebut.
"Bapak ibu bisa menjalankan program mengarah responsif gender," kata Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd., Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka Bimtek PUG di, Bangka City, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan kali ini mengusung tema "Meningkatkan Peran Organisasi Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/kota dalam Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Pelaksanaan PUG dan PPRG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung".
Setiap tahun terus diimbau untuk melakukan penganggaran yang responsif gender. Saat ini, OPD di lingkungan pemerintah provinsi sudah menyusun anggaran responsif gender, sesuai dengan program kegiatan dan tusi dari masing-masing.
Selanjutnya, Asyraf menyarankan agar OPD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bisa dengan sebaik-baiknya memenuhi instrumen Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE), penghargaan dari KemenPPPA.
Semua pihak terkait bisa melakukan koordinasi terkait persoalan itu. Asyraf mengharapkan, penilaian PPE kali ini mendapatkan hasil lebih baik dari tahun sebelumnya. Adapun peran Inspektorat sangat penting.
"Semuanya berperan dalam membantu agar indeks ini menjadi lebih baik. Aktivitas hari ini dan besok diharapkan dapat membuat menjadi lebih baik," kata Asyraf yang juga menjabat Kepala DP3ACSKB Babel ini.
PUG merupakan strategi pembangunan yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan pengalaman, aspirasi kebutuhan serta kepentingan perempuan dan laki-laki. Ia menambahkan, semua itu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.
"Ini mencakup semua kebijakan, program dan kegiatan di bidang pembangunan," jelas Asyraf.