BELITUNG - Melati Erzaldi Founder Sekuntum Melati menekankan agar perempuan tidak boleh tertinggal. Perempuan harus maju berdampingan dengan laki-laki, terutama perempuan pelaku UMKM. Untuk itu pembinaan UMKM harus serius, sebab sektor ini banyak menyerap tenaga kerja.
"Produk UMKM harus dipasarkan secara digital, sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas. Harus ada keinginan kuat untuk masuk pasar eksport," sarannya saat Workshop Wirausaha Perempuan di Era Digital, di Pandan House Restaurant, Kabupaten Belitung, Rabu (16/3/2022).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Diah Yusuf Chairwomen WIN menyampaikan meteri mengenai Menyiapkan Bisnis yang Kompetitif di Era Digital. Selanjutnya, Budi Widihartanto Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung menyampaikan materi UKM Go Digital.
Sementara dua pemateri lain yakni, Achmad Syamsudin Dirut Bank Sumsel Babel menyampaikan materi terkait permodalan usaha. Sedangkan Nursida Senior Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia menyampaikan meteri Go Digital - How to optimize e-commerce.
Sebelumnya, Yulizar Adnan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, produk UMKM merupakan produk market oriented. Pemasaran bisa dilakukan secara offline dan online dengan menggunakan informasi teknologi.
"Kita mendorong pelaku UMKM untuk bisa berdaya saing, baik secara lokal hingga nasional. Selanjunya UMKM bisa beradaptasi dengan digitalisasi. Kita sudah mendidik UMKM agar melek teknologi," jelasnya.
Pemasaran produk dengan menggunakan media sosial, marketplace hingga teknologi digital lainnya. Ia mengharapkan, melalui workshop ini bisa memberikan dampak pengembangan usaha, khususnya bagi palaku UMKM.
"UMKM perlu melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Ini menjadi salah upaya pengembangan UMKM," ungkapnya.
Budi Widihartanto Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung juga ikut mendorong peran perempuan dalam UMKM. Menurutnya, perempuan mempunyai peran dalam wirausaha. Sebab sebagian besar pelaku UMKM perempuan.
Salah satu kebijakan dan program BI yakni, mendukung pembelian peralatan bagi pelaku UMKM yang memiliki potensi untuk maju dan berkembang. Selain itu, mendigitalisasikan hingga mengembangkan korporasi UMKM agar bisa mempunyai posisi baik dengan mitra dan lembaga keuangan.
"Perempuan memiliki kemampuan menjalankan usaha di level masing-maisng dan bisa memberi pemberdayaan di daerah masing-masing. Kita juga membantu pelaku UMKM untuk memasarkan produknya hingga ke luar negeri," tandasnya.