PANGKALPINANG -- Berbagai langkah dan upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menjadikan lansia kuat, mandiri, sehat dan produktif. Keberadaan lansia merupakan bonus demografi kedua untuk negara.
Dra. Susanti M.AP Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, semua sama-sama berupaya menyiapkan lansia dengan usia harapan hidup semakin baik. Ini menjadi semacam bonus demografi kedua.
"Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menyiapkan langkah-langkah upaya tersebut," tegasnya saat acara Webinar bertajuk Negara Hadir untuk Lansia yang dimotori BKKBN pusat, Rabu (24/6/2020).
Lebih jauh Ia menjelaskan, upaya tersebut dipersiapkan agar lansia di Bangka Belitung bisa lebih mandiri dan produktif. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sangat mensupport langkah-langkah ini.
"Kita berupaya menjadikan lansia di Bangka Belitung menjadi lansia yang kuat, mandiri, sehat dan produktif," harapnya.
Untuk merealisasikan semua ini, jelasnya, perlu mendapat dukungan semua pihak. Selain itu tak kalah penting untuk saling bersinergi dengan seluruh jajaran.
"Ke depan kita berharap bina lansia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa menjadi lebih aktif lagi," ungkapnya.
Menutup kegiatan ini, Prof. Djamaludin Ancok Ph.D berharap, dengan meningkatkan kualitas hidup para lansia, bisa terus memajukan negara ini. Sebagaimana diketahui, lansia sangat berjasa bagi kemajuan negeri.
"Sebab, karena lansia jugalah kita ada di muka bumi ini. Mereka sangat berjasa, sehingga harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya," paparnya.
Upaya membuat lansia menjadi lebih sehat dan produktif, jelasnya, maka akan lebih banyak yang dapat diperbuat untuk negara ini. Sementara ini masih terkendala keterbatasan anggaran untuk pembuatan rumah jompo.
"Namun jika bisa membangun suasana yang baik di rumah masing-masing, ini sudah menjadi upaya baik bagi lansia," harapnya.