Pangkalpinang - Banyak dampak buruk dari pergaulan bebas remaja. Salah satunya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Remaja, terutama pelajar disarankan untuk menjauhi perbuatan itu, sehingga bisa meraih masa depan yang cerah.
Dra. Yulistina Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, Kesejahteraan Keluarga, DP3AKB Kota Pangkalpinang menjelaskan mengenai dampak pergaulan bebas tersebut. Salah satu dari dampak itu, kehamilan yang tidak diinginkan.
"Hati-hati, karena adek-adek masih punya masa depan yang cerah," tegas Yulistina saat bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan Pembinaan Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi serta Peningkatan Kapasitas Pengelola dan Pelaksana PIK-R, di SMPN 2 Pangkalpinang, Kamis (3/10/2023).
Sebelumnya kegiatan dibuka Wardiah, SH., MH., Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana mewakili kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan membina siswa-siswi anggota PIK-R SMPN 2 Pangkalpinang.
"Ikuti PIK-R, dan ekstrakulikuler lainnya. Raihlah cita-cita, hindari pernikahan anak," pesan Wardiah.
Hal senada disampaikan Herlina Kepala Sekolah SMPN 2 Pangkalpinang. Ia sangat antusias menanggapi kegiatan tersebut. "Simak materinya dengan baik, pelajari dan implementasikan," pesannya kepada siswa.
Sementara Nyimas Wulandari, Pembina PIK-R SMPN 2 Pangkalpinang berharap agar pengetahuan anak didiknya bertambah. Selain itu, berkompeten menjadi konselor sebaya.
"Siswa berkompeten menjadi konselor sebaya, serta bisa membentuk penguatan karakter," harapnya.