Bangka Tengah - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berkomitmen untuk terus memenuhi hak anak, sehingga benar-benar menjadi kabupaten layak anak. Pemenuhan hak anak sangat penting, sebab anak merupakan generasi penerus pembangunan.

Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Bangka Tengah Drs. Sugianto, M.Si saat Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Bangka Tengah, di ruang pertemuan Kantor Bupati, Kamis (23/6/2022).

Saat verifikasi berlangsung sempat hadir Algafry Rahman, ST Bupati Bangka Tengah memonitoring. Hadir pada kesempatan ini Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hadir juga dr. Dede Lina, M.KM Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Bangka Tengah, sejumlah kepala perangkat dinas Kabupaten Bangka Tengah, Forkompinda dan sejumlah stakeholder terkait.

Komitmen pemenuhan hak anak ini disertai dengan penganggaran responsif anak. Ia menambahkan, perencanaan tentunya dibuat dengan mendengarkan aspirasi anak melalui Forum Anak. Suara anak menjadi pertimbangan dalam melaksanakan pembangunan.

Selain itu, jelasnya, juga melibatkan forum konsultasi publik. Ini semua merupakan upaya percepatan dan pengembangan fasilitas layak anak seperti rumah sakit ramah anak, Puskesmas ramah anak, sekolah ramah anak hingga tempat ibadah ramah anak.

"Ada juga pusat Informasi sahabat anak, pusat kreativitas anak, perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat. Kita terus berupaya untuk mensejahterakan anak di Kabupaten Bangka Tengah, agar bisa mewujudkan KLA seutuhnya," ungkapnya.

Sementara Rohika Kurniadi Sari Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan KemenPPPA RI mengatakan, verifikasi lapangan ini untuk melihat sistem yang dibangun Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sesuai dengan KLA.

Sistem tersebut diharapkan bisa meyakinkan untuk memenuhi hak anak. Ia menambahkan, perlindungan khusus anak dibuat secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitor dan evaluasi. Pemenuhan hak anak harus dilakukan dengan berkoordinasi dan bersinergi. 

"Kita ingin mendapatkan konfirmasi tambahan secara langsung terkait sistem yang dibangun. Sebab banyak gugatan predikat kabupaten layak anak, karena melihat standar pemenuhan hak anak," jelasnya.

Penghargaan KLA dibagi menjadi beberapa tingkatan di antaranya, tingkat Pratama, Madya, Nindya, dan Utama. Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd kebetulan duduk di depan piala Madya milik Kabupaten Bangka Tengah menyampaikan pesan menarik.

"Saya harap ke depan dari penghargaan KLA Madya bergeser menjadi Nindya. Apa yang ditanya tim verifikasi sudah terjawab dengan baik oleh tim dari Kabupaten Bangka Tengah," jelasnya.