Saat Penutupan kegiatan Penguatan Pembinaan dan Pelayanan Korban Kekerasan Sabtu (14/12/2019) di Pantai Takari Air Anyir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti menyebutkan untuk dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari pelatihan ini dan terapkan ilmunya dalam melayani dan melindungi korban kekerasan.

Menurutnya, kita semua adalah pelayan publik, harus berorientasi pelayanan, harus memiliki jiwa melayani, bukan hanya masyarakat, namun juga rekan kerja kita yang ada dikiri kanan kita dikantor. Dirinya juga berpesan agar kita selaku manusia dan pelayan publik harus selalu memiliki adab dan etika, serta disiplin yang tinggi.

"Beberapa hari ini juga kita sudah diberikan games kreatif yang mengharuskan kita fokus serta menjaga kekompakan tim, dan ini juga harus bisa diterapkan kedunia kerja," ujarnya.

Melalui kegiatan pelatihan yang sudah dilalui selama tiga hari ini kita juga harus bisa mengajak orang lain untuk berbuat bersama menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Memang kendalanya saat ini dari atas sampe bawah, dari pusat dan daerah, rujukan ke nasional untuk penanganan korban kekerasan belum jelas,"terangnya.

Di DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah ada Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) , dan diharapkan pemerintah kabupaten/ kota harus jelas juga keberadaan UPTD nya, sehingga kita lebih profesional dalam menangani korban kekerasan di daerah kita. Melalui momentum ini Susanti juga mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dan lebih semangat lagi dalam bekerja terutama melayani masyarakat.