Pangkalpinang-- Tim Penilai Kampung KB lakukan penilaian ke Desa Peradong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat pada Kamis (29/11/2018). Tim penilai ini terdiri dari Kabid Pengendalian Penduduk dan KB Mudiarti, Kasi Pemberdayaan Perempuan Bidang Sospolhuk Murniyati, Analis KB Lusi Sartika, Tim Penggerak PKK Kelanawaty, Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yulius Beny Prawoto.
"Desa Peradong merupakan Kampung KB yang dilaunching pertama kali tahun 2016 di Kabupaten Bangka Barat" Mudiarti.
Tim menemukan beberapa hal saat melakukan pembinaan, bahwa kebijakan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) masih kurang dan anggota pokja yang aktif dan paham program KKBPK masih sangat sedikit, selain itu data yang ada juga kurang dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyusunan program.
Capaian program KKBPK tidak terlalu signifikan perubahannya, capaian KB aktif masih kurang dari data pembentukan awal, usia kawin pertama perempuan diatas 20 tahun pun lebih dari 50% berdasarkan data kualitatif. Untuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Desa Peradong baru akan dibentuk pada tahun 2019 nanti. Saat ini capaian kepemilikan kartu keluarga sebanyak 37,78% namun kepemilikan akta kelahiran usia 0-18 tahun sudah cukup tinggi sebesar 81,65%. Capaian akta kematian sudah mencapai 100% namun kepemilikan akta perkawinan hanya sebesar 44,70%.
Dari evaluasi dilapangan juga diketahui bahwa untuk program lintas sektor sudah pernah dilakukan namun tidak didokumentasikan dengan baik sehingga tidak dapat dibuktikan pelaksanaannya.
"secara umum belum banyak perubahan yang dicapai oleh Desa Peradong, namun DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Barat akan terus bersinergi melakukan sosialisasi, advokasi secara berkelanjutan baik ke perangkat desa, OPD terkait maupun stakeholder terkait untuk lebih serius menggarap Kampung KB Cikar di Desa Peradong ini" ungkap Mudiarti.
Kedepannya, perencanaan, pengawasan dan evaluasi kampung KB akan semakin dimaksimalkan agar capaian program KKBPK, kinerja PATBM dan Industri Rumahan (IR) termasuk program Dukcapil dapat terlaksana maksimal.