Pangkalpinang-- "Kami mengikuti program kerja dari pusat, namun untuk di Bangka Belitung kami menyusun kebijakan daerah untuk mencapai program kerja dan yang paling mendasar adalah dari segi kelembagaan dimana seluruh Kabupaten/Kota di Bangka Belitung sudah mencantumkan Program Keluarga Berencana".
Demikian diungkapkan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman saat menerima kunjungan tim verifikasi lapangan Penganugerahan Satya Pembangunan tahun 2019 yang terdiri dari Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan tanda Kehormatan Imam Suprayitno, Sandy Kasubbag SIAP Keppres GTK, dan Suminto Kasubdit Hubungan dengan Lembaga Pemerintah Kabupaten/Kota. Pertemuan ini berlangsung di ruang Rapat Gubernur pada Selasa (9/4/2019).
Gubernur didampingi oleh Kepala OPD yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kampung KB diantaranya Kepala Dinas DP3ACSKB Susanti, Kepala Perwakilan BKKBN Bangka Belitung Etna Estelitta, Kepala Dinas Kesehatan Mulyono, Kepala Dinas DPMD Yuliswan, dan Kepala Dinas Pendidikan M. Soleh.
"Untuk membuat Generasi Berencana (GenRe) yang tidak melakukan pernikahan dini maka kami menyiapkan sosialisasi oleh remaja, dengan memanfaatkan anak sekolah SMA dan kelas 3 SMP membentuk kelompok yang akan mensosialisasikan kepada temannya salah satunya dengan mengadakan kemah konselor sebaya"jelas Gubernur Erzaldi.
Erzaldi menegaskan alasan untuk fokus menekan angka perkawinan anak karena masih ditemukan kasus stunting di Beberapa desa di Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka karena kasus stunting terjadi akibat masyarakat belum memahami dan belum siap menjadi orang tua.
"Kami juga sudah sudah menandatangani MOU dengan Bupati dan Walikota se Bangka Belitung untuk bersama-sama terlibat mensukseskan Kampung KB ini dan akan dilakukan pengecekan apakah MOU ini sudah dicantumkan dalam program kegiatan di APBD Kabupaten/Kota pada saat Kabupaten/Kota mengajukan evaluasi APBD nya" terangnya.
Tim verifikasi juga melakukan kroscek ke lapangan yakni ke Kampung KB Ketapang di Kelurahan Ketapang Pangkalpinang.
"Kapasitas kami mengklarifikasi apa yg sudah dilakukan oleh pak Gubernur, kita cek kelapangan bener tidak ada Kampung KB disini, ini awal mekanisme penilaian untuk calon yg akan dapat penghargaan dari Presiden, ini langkah awal dan masih panjang sampai gol, sampai layak mendapatkan penghargaan", jelas ketua tim verifikasi Imam Suprayitno.