SUNGAILIAT-- Perempuan walaupun diberi keleluasaan untuk berkarir, namun harus tetap memperhatikan urusan domestiknya yakni 3ur (dapur, kasur dan sumur), dari beberapa kasus kekerasan pada perempuan yang kami tangani beberapanya terjadi karena 3ur yang kurang diperhatikan, misalnya kopi tidak dibuatkan istri, anak 'runges' (belepotan/kurang terurus), kebersihan rumah dan tempat tidur tidak terjaga.
Demikian dijelaskan oleh Kepala DP3ACSKB Provinsi Bangka Belitung Susanti saat menjadi narasumber pada peringatan Hari Kartini ke 140 tahun 2019 di Kabupaten Bangka Senin (22/4/2019) di Gedung Sepintu Sedulang.
Peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangka ini mengangkat tema 'Perkuat Advokasi dan Aksi Nyata Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan Formal Perempuan'.
Susanti secara singkat menceritakan bagaimana RA Kartini tetap memenuhi perintah orang tuanya, walaupun dia ingin menolak. Ini menunjukkan Kartini memiliki karakter yang baik, inilah yang harus kita pahami bahwa esensi peringatan Hari Kartini ini adalah bagaimana kita bisa menjadi perempuan yang berkarakter.
Kartini tidak berumur panjang tapi mampu terpatri di hati kita, ini karena Kartini mampu bermimpi, mampu memiliki cita-cita.
"Kita disini pun harus mampu memiliki ekspektasi, harapan atau cita-cita yang tinggi dan berusaha untuk mencapainya dan dorong keluarga kita untuk mencapai cita-cita itu, tidak mudah mengeluh walaupun banyak tantangan tapi tetap gigih", imbaunya.
Susanti juga memotivasi untuk menjadi perempuan yang cerdas dan mandiri dan merasa berdaya memiliki kemampuan , perempuan jangan diperdaya.