PANGKALPINANG-- Saya harap Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kota Pangkalpinang bisa menjadi piloting di Bangka Belitung, agar bisa menjadi PATBM percontohan di Babel.
Ini dijelaskan Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat menjadi narasumber pada acara Pengembangan Perlindungan Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Bagi Kader Aktivis PATBM Tingkat Kelurahan Kota Pangkalpinang Tahun 2019 di Hotel Sun Senin (29/4/2019).
Susanti juga menjelaskan pengertian perlindungan anak segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
"untuk melindungi anak-anak secara terpadu diperlukan intervensi terintegrasi antara keluarga, anak dan masyarakat. Keluarga harus merubah mindset lebih peka dan ramah anak, sedangkan masyarakat harus ramah dan layak bagi tumbuh kembang anak dan anak diharapkan dapat mengetahui cara membela diri ketika terancam", terangnya.
"Saya ingin bapak ibu yang tergabung di PATBM ini memiliki rasa percaya diri, sebagus apapun program yang dibuat namun jika bapak ibu tidak memiliki rasa percaya diri akan kurang maksimal tanamkan kita hadir di dunia ini memiliki manfaat salah satunya tergabung di PATBM ini" tutupnya.