PANGKALPINANG - Usaha bukan hanya teori, namun harus dilakukan. Di masa pandemi covid-19 ini, berdagang harus distrategikan dengan eksta dan luar biasa. Sekarang ini online bukan lagi pilihan, namun sekarang sudah menjadi keharusan.

Demikian dikatakan Ferdinan Handrata, S.Kom CEO PT Boleh Wiratama Indonesia saat webinar Ibu yang Kuat, Imun bagi Keluarga, Kamis (16/7/2020). Kegiatan yang dimotori DP3ACSKB Babel ini  untuk meningkatkan kapasitas perempuan.

Menurut Ferdinan, dalam menjalani usaha harus berpikir positif, semangat sehingga dapat memberikan hasil yang signifikan. Menjalani bisnis bisa melalui media sosial atau menggunakan menggunakan marketplace.

Agar konsumen tertarik, Ferdinan menyarankan harus pandai menjaga komunikasi dan bisa memberikan solusi. Adapun cara melakukan penjualan produk secara efektif dengan menjualan atau menawarkan dengan orang terdekat.

"Ada dua sebab orang ingin membeli, pertama karena kebutuhan dan kedua karena psikis. Orang akan membeli produk jika ada kedekatan psikis. Jangan sungkan berpromosi, sebab tidak ada yang tahu jika Anda tidak melakukan promosi," jelasnya.

Sementara Hj. Isnawati Ishadi Ketua PERWIRA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan mengenai UMKM kain cual di Bangka Belitung. Ini merupakan kegiatan ekonomi produktif yang dibangun masyarakat.

Peran penting UMKM di antaranya menciptakan lapangan pekerjaan. Ia menambahkan, UMKM bisa menciptakan produk baru yang memiliki pasar dan bisa menyumbang devisa bagi negara.

Untuk menjadi UMKM handal dan sukses, pesan Isnawati, harus mengetahui peluang usaha, memiliki badan usaha dan sistem pembukaan yang baik serta memiliki strategi produksi. Tak kalah penting, memiliki strategi pemasaran.

"Perlu melakukan evaluasi hasil usaha, terus berinovasi dan kreatif. Pelaku UMKM harus pandai menentukan target pasar," ungkapnya.

Kedudukan Perempuan

Jika dahulu, di zaman jahiliah perempuan kurang dan bahkan tidak dihargai. Namun lain halnya sekarang ini. Sebab saat ini perempuan sudah mempunyai kedudukan sosial dan tidak sedikit perempuan menduduki jabatan penting.

H. Suhardan, S.Sos. S.Kom Sekretaris PW Dewan Masjid Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, jika ada perempuan mempunyai pekerjaan, maka hendaknya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Kita harus menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Selain itu muslimah harus pandai bersyukur dengan usaha-usaha ketaqwaan," jelasnya.

Perempuan harus menjadi muslimah tangguh. Suhardan menyarankan, agar perempuan tidak menyia-yiakan kedudukan dan posisi yang telah diraih sekarang ini. Untuk itu teruslah melakukan kebaikan, sehingga mendapatkan ridho dari Allah SWT.

"Muslimah melakukan pekerjaan tidak hanya untuk kepentingan sendiri, namun melakukan pekerjaan untuk orang banyak. Teruslah berkarya demi mendapatkan surga yang sudah dijanjikan," paparnya.

Untuk mendapatkan ridho Allah, jelasnya, wanita hendaknya menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan dan harus bisa menjaga kemaluan serta taat pada suami.

"Perlu kehatian-hatian menjaga diri, bisa menjadi jalan untuk masuk surga. Dengan segala kesibukan, semoga kita menjadi bagian dari orang yang mendapatkan petunjuk Allah," sarannya.