BELITUNG TIMUR--Guna menuju Belitung Timur (Beltim)  Layak Anak, Pemerintah Kabupaten Beltim gelar Rapat koordinasi dilaksanakan pada Jumat (29/11/2019) bertempat di ruang rapat Gunung Lumut Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah kabupaten Beltim.

Acara dibuka oleh asisten II bidang ekonomi dan pemerintahan Khaidir Luthfi dan dihadiri oleh Forum koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Beltim, Kepala dan Pejabat OPD di Kabupaten Beltim, Pimpinan dunia usaha, camat dan kepala desa, para kepala sekolah dan guru, perwakilan pendidikan usia dini, pendidikan luar biasa, sd, smp dan sma smk, forum puspa, pkk.

Disela sela acara pembukaan hadirin disuguhkan penampilan dari anak-anak disabilitas Beltim dalam menyanyi dan membaca puisi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Bangka Belitung,  Susanti hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini.

Dalam paparannya Susanti mengajak meningkatkan komitmen mulai dari pemerintah, masyarakat dan dunia usaha di kabupaten Beltim dalam upaya mewujudkan pembangunan yang peduli terhadap hak, kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi anak serta membangun koordinasi integrasi dan sikronisasi terkait kebijakan2 dalam rangka menuju belitung timur yang layak anak.

Susanti juga menyampaikan beberapa evaluasi KLA Beltim pada tahun 2019 dimana seluruh kluster yang menjadi indikator penilaian KLA nilainya masih dibawah 50 persen.

"Beltim merupakan satu-satunya kabupaten di bangka Belitung yang mengikuti evaluasi KLA dengan peroleh nilai dibawah 500 dan diperlukan minimal nilai 500 untuk mendapatkan predikat KLA Pratama dari Kementerian Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI," terangnya.

Pada kesempatan ini Susanti membagikan pemahaman tentang perlindungan anak dan KLA itu sendiri dan juga strategi strategi dalam mewujudkan KLA, salah satunya adalah dengan memberikan ruang kepada forum anak di semua klaster KLA.

"Libatkan anak dan berikan perannya untuk menjadi pelopor dan pelapor di seluruh klaster yaitu klaster I hak sipil dan kebebasan, klaster II Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, klaster III Kesehatan dasar dan kesejahteraan, klaster IV pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, klaster V perlindungan khusus," tambahnya. 

Menurutnya, keterlibatan anak tidak hanya melalui musrenbang saja namun forum anak dapat juga masuk ke semua elemen seperti dunia usaha dan juga lembaga masyarakat.

Melalui rakor ini berharap agar sinergitas antar OPD di kabupaten Beltim menjadi lebih baik sehingga harapan Beltim menjadi kabupaten layak anak dapat terwujud pada tahun 2020 menyusul empat kabupaten lainnya di Bangka Belitung yang telah lebih dulu mendapat predikat KLA yaitu Bangka Tengah, Bangka, belitung dan kota Pangkalpinang.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan komitmen bersama seluruh OPD dalam rangka mewujudkan Kabupaten Beltim menjadi Kabupaten Layak Anak.