Pangkalpinang - Hingga saat ini Kota Pangkalpinang sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 615,18 poin sementara untuk menghadapi penilaian Kabupaten/kota Layak Anak (KLA). Setidaknya sudah dua kali Kota Pangkalpinang berhasil meraih predikat KLA kategori Madya.
Dr. Asyraf Suryadin M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, data dan dokumen yang sudah di-upload untuk penilaian KLA masih bisa diperbaiki sampai akhir bulan ini. Diharapkan perbaikan yang dilakukan tersebut dapat meningkatkan perolehan nilai.
"Data dan dokumen ini akan kita periksa bersama. Harus terbuka saat data dan dokumennya dievaluasi," saran Asyraf saat kegiatan Pertemuan Teknis Pra Evaluasi Kabupaten/kota Layak Anak untuk Pangkalpinang, di Bangka City Hotel, Selasa (14/5/2024).
Pangkalpinang pernah mendapatkan KLA kategori Pratama, kemudian naik ke Madya. Asyraf menambahkan, selanjutnya diharapkan bisa naik ke kategori Nindya. Kenaikan kategori penghargaan KLA Pangkalpinang secara bertahap, artinya tahun depan berpotensi meraih KLA kategori Nindya.
Setidaknya sudah lima kabupaten/kota yang mengikuti kegiatan evaluasi pra penilaian ini. Asyraf menjelaskan, sejumlah kabupaten/kota tersebut di antaranya, Kabupaten Bangka Barat, Beltim, Bangka Selatan, Belitung dan hari ini Kota Pangkalpinang.
Lebih jauh Asyraf mengatakan, kehadiran peserta kegiatan ini untuk melengkapi data dan dokumen. Contohnya, jika menampilkan table hendaknya diberikan judul secara jelas. Begitu juga dengan foto yang harus ada keterangannya.
"Untuk table diberikan judul diatasnya, sedangkan foto diberikan keterangan di bagian bawah foto. Hari ini kita melakukan pembedahan secara bersama-sama," ungkapnya.
Tak hanya itu, sebab Asyraf juga menekankan agar mempersiapkan secara baik ketika tim KLA melakukan verifikasi lapangan. Jika persiapan sudah baik, tentunya akan mendapatkan hasil terbaik.
"Jika masih ada indikator yang belum terisi, maka ada kesempatan untuk mengisi. Tahun ini kita ingin lebih baik dari tahun sebelumnya. KLA milik bersama, untuk itu semua OPD harus mensupport," jelasnya.