Pangkalpinang - Mari jadikan anak-anak Bangka Belitung selalu bergembira. Mari jadikan setiap anak di Bangka Belitung menjadi anak bersama, artinya kalau ada satu anak mengalami kesulitan, menemui kendala, masalah menjadi tanggung jawab bersama.
Demikian disampaikan Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M. Sc. Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Gedung Mahligai, Selasa (18/10/2022).
Kegiatan yang mengusung tema 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju', kali ini dilakukan secara daring dan luring. Untuk anak-anak di Pulau Belitung mengikuti kegiatan ini secara daring via zoom meeting.
Hadir pada kesempatan ini drg. Sri Utami Soedarsono, M.Si. Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB dan sejumlah unsur Forkompinda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta OPD kabupaten/Kota yang menangani Perempuan dan Anak.
Ada yang unik dalam kegiatan kali ini, sebab tari sambut dipersembahkan oleh siswi YPAC Kota Pangkalpinang. Selain menampilkan tari sambut, siswi YPAC Pangkalpinang juga menampilkan pembacaan puisi dan body painting.
Lebih jauh Ridwan Djamaluddin menegaskan, anak-anak Bangka Belitung bukan hanya tanggung jawab orang tuanya atau gurunya. Namun menjadi tanggung jawab siapa yang paling dekat dengan anak tersebut untuk membantu.
"Kalau ada anak tersesat di jalan, ada anak kehujanan tidak bisa pulang, ada anak kesulitan belajar, maka orang paling dekat harus membantu. Sekali lagi, jadikan anak-anak ini adalah anak kita bersama. Sesungguhnya mereka adalah masa depan negara ini," tegas Ridwan.
Sementara Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan kepedulian, peran aktif setiap individu, negara dan lembaga. Selain itu memberikan pemahaman, anak merupakan generasi penerus bangsa.
"Kita berharap anak menjadi kreatif, inovatif dan unggul menghadapi masa depan. Jadikan anak berkualitas dan terlindungi dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak," jelasnya.
Saat sesi dialog, beberapa anak menanyakan mengenai cara menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Menjawab pertanyaan tersebut, drg. Sri Utami Soedarsono, M.Si. yang merupakan guru mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan inklusif.
"Pendidikan inklusif dengan melakukan pengembangan individu. Kita melihat kelebihan anak-anak tersebut, bukan melihat kekurangannya," kata Sri Utami Soedarsono.