Bangka Barat - Dr. Suganda Pandapotan Pasaribu, AP., M.Si., Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung berharap momentum peringatan Harganas ke-30 kali ini mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Sehingga keluarga dapat melaksanakan fungsi keluarga secara maksimal.
"Mesti ada komitmen, dukungan dan partisipasi tinggi untuk mendukung program pembangunan keluarga tersebut," katanya saat Peringatan Harganas ke-30 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Desa Kacung, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (20/7/2023).
Kegiatan ini bagian menggalang dukungan dan komitmen seluruh stakeholder terkait. Ia menambahkan, selain pemerintah harus ada keterlibatan masyarakat dan swasta dalam menciptakan keluarga berkualitas. Keluarga berkualitas diharapkan menjadi wadah pembentukan mental dan spiritual.
Lebih jauh Suganda mengatakan, pembentukan mental dan spiritual ini dapat menanamkan akhlak dan budi pekerti luhur. Selanjutnya membentuk anak-anak bermoral dan terpuji. Momen ini juga memiliki makna memperkokoh ketahanan keluarga.
Harapannya, kata Suganda, keluarga mampu mengambil langkah preventif menghadapi masalah dan terhindar dari pengaruh luar yang destruktif. Saat ini Bangka Belitung masih harus menghadapi tantangan dan isu strategis di bidang pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana terkait stunting.
"Selain itu, masih ada persoalan perkawinan anak serta kasus perceraian yang masih tinggi. Target Bangka Belitung tahun 2024, ingin menurunkan prevalensi stunting sampai angka 14 persen. Tahun 2022 lalu, kita masih berada pada posisi 18,5 persen," paparnya.
Menyinggung mengenai kasus perkawinan anak, jelas Suganda, angka perkawinan anak sudah menurun di bawah angka nasional yaitu 7,91 persen. Namun dampak yang ditimbulkan dari perkawinan anak tahun-tahun sebelumnya masih menjadi pekerja rumah bagi pemerintah.
Sementara angka perceraian di Bangka Belitung tahun 2022 berada di angka 2,89 persen. Menurut Suganda, permasalahan ini akan mempengaruhi kualitas generasi mendatang. Jika tidak serius ditangani, harapan terwujudnya masyarakat sejahtera hanya menjadi mimpi.
"Akhir tahun 2024, kita akan mengevaluasi upaya percepatan penurunan stunting. Waktu kita tidak banyak, perjalanan menuju tahun 2024 tinggal menyisakan sedikit waktu. Mari kita bekerja sama, galang sinergi dan komitmen," tegasnya.
Hal senada dikatakan H. Sukirman Bupati Bangka Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kab. Bangka Barat. Menurutnya, kasus stunting merupakan ancaman bagi semua. Secara prevalensi kasus stunting di Bangka Barat sudah berada di bawah angka nasional. Namun dari 60-an desa, ada sepuluh desa angka stunting di atas 20 persen.
"Tugas kita sangat berat, dalam tempo setahun ini kita akan mengurangi angka stunting enam hingga tujuh persen. Ini menjadi tugas kita semua," ungkapnya.
Sebelumnya Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, maksud kegiatan ini untuk memperkuat kerja sama dengan stakeholder terkait dalam program pembangunan keluarga dan kependudukan atau Bangga Kencana. Sehingga bisa mempersiapkan keluarga tangguh.
"Perlu meningkatkan komitmen daerah untuk mengembangkan kelanjutan dan pembangunan keluarga. Selain itu, melakukan promosi program tersebut untuk meningkatkan kepedulian masyarakat membangun keluarga berkualitas," kata Asyraf.
Hadir pada kesempatan ini Kepala Perwakilan BKKBN Kepulauan Bangka Belitung Muhammad Irzal, unsur Forkompinda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Barat serta sejumlah stakeholder terkait lainnya.