Pangkalpinang - Anak merupakan investasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk masa depan. Untuk itu harus memperhatikan asupan gizi bagi anak, sehingga anak terhindar dari stunting.
Demikian disampaikan Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Sugito, S.Sos., M.H. saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2024 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Gedung Pertemuan BKPSDM, Senin (11/11/2024).
"Program Presiden memberi makan bergizi bagi anak merupakan investasi untuk generasi mendatang. Anak harus punya ruang yang representatif untuk pertumbuhannya," kata Pj. Gubernur.
Beberapa poin suara anak disampaikan pada kesempatan ini di antaranya, mendapatkan ruang yang aman untuk anak, mengatasi kasus pekerja anak, mengoptimalisasikan penerapan kawasan tanpa asap rokok.
Selain itu, suara anak Bangka Belitung lainnya mengoptimalkan implementasi program bapak asuh, penyelesaian kasus stunting, memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak yang membutuhkan serta meningkat aksesibilitas anak disabilitas.
Menjawab suara anak ini, Pj. Gubernur menekankan sekarang ini sudah sejauhmana mempersiapkan kebutuhan anak. Bangka Belitung punya desa ramah perempuan dan peduli anak, untuk itu perlu dilihat implementasinya.
Lebih jauh Pj. Gubernur mengatakan, pembangunan harus berkelanjutan agar tidak mewarisi masalah yang berkepanjangan bagi anak cucu. Hendaknya yang ada saat ini dikelola dengan baik, sebab ini merupakan milik anak cucu.
"Pembangunan harus berkelanjutan, jika tidak nanti anak menggugat bagiannya. Ini harus direfleksikan, sebab anak harus bahagia. Kegiatan anak harus diisi yang positif dan dekatkan anak dengan budaya sendiri," pesannya.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan perwakilan anak-anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Terdapat penampilan grup band dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang.
Berbagai penampilan dipertunjukan dalam kegiatan kali ini, seperti tari sambut Mayang Pinang dari sanggar Seni SDANSA, monolog seorang anak yang mengkhawatirkan mengenai pencemaran asap rokok.
Tak hanya itu, ada juga pembacaan sajak dari anak-anak Forum Anak BISA Bangka Belitung Serumpun Sebalai. Tak kalah menarik yakni penampilan Zakia Minang Ayu pendongeng anak Bangka Belitung yang sudah menasional.
Ada juga pembagian hadiah bagi pemenang penulisan karya fiksi oleh anak-anak LPKA Kelas II Pangkalpinang kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dan pemenang video challenge anak sebagai Pelapor dan Pelopor.
Sebelumnya, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional tingkat provinsi tahun ini dilakukan secara sederhana. Namun hal ini tidak mengurangi makna acara.
"Kegiatan ini bentuk penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak anak sebagai penerus bangsa. Selanjutnya adanya peningkatan peran keluarga untuk memenuhi hak anak tersebut," kata Asyraf.