Pangkalpinang - Peran keluarga sangat penting. Untuk itu, kualitas keluarga harus tetap terjaga. Indonesia tidak hanya menerapkan strategi, namun juga optimis dalam membangun keluarga. Perlu meningkatkan peran diri sendiri, agar berdampak terhadap peningkatan kualitas keluarga. 

Demikian disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka Kegiatan 

Rapat Bersama Mitra Kerja terkait Penyusunan Matrik Pressure State Respon Inpact (PSRI) dan Penetapan Target Indikator Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). 

“Menyongsong Indonesia Emas 2045, pemerintah terus berbenah. Salah satu langkah strategi penyusunan PJPK 2025-2029,” kata Asyraf, di Ruang Pertemuan BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (2/12/2025).

Menurut Asyraf, PJPK dibuat sebagai operasionalisasi dari grand design kependudukan yang bertujuan untuk menjamin pembangunan yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan data kependudukan. 

“Integrasi data kependudukan ke dalam perencanaan pembangunan daerah di berbagai sektor. Seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” jelas Asyraf.

Lebih jauh ia menjelaskan, PJPK dirancang sebagai langkah konkret untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal ini memastikan pertumbuhan penduduk berjalan seiring dengan pembangunan manusia dan keluarga yang berkualitas. 

“Pembangunan peta jalan kependudukan untuk mengelola tantangan kependudukan seperti jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan cenderung tinggi, serta untuk meningkatkan kualitas SDM menjadi modal pembangunan,” kata Asyraf. 

Hadir juga pada kesempatan ini, Fazar Supriadi Sentosa, SH Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.