Sungailiat - Siswa SMAN 1 Sungailiat harus fokus belajar. Setelah selesai menuntut ilmu di SMA, lanjutkan pendidikan ke universitas. Kuliah bisa di Bangka Belitung atau di universitas yang ada di luar Bangka Belitung. Jika kuliah di luar, hendaknya nanti kembali lagi untuk membangun daerah. 

Demikian disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), di SMAN 1 Sungailiat, Kamis (16/3/2023).

Jika siswa fokus belajar dan nanti kuliah, kata Asyraf, bisa menurunkan angka pernikahan usai anak. Sebab orang berpendidikan mempertimbangkan untuk tidak melakukan pernikahan usia anak. Bangka Belitung sempet menduduki peringkat pertama dalam pernikahan usia anak.

"Peringkat ini bukan baik ya, jadi tidak perlu tepuk tangan. Sebab menduduki peringkat pertama dalam pernikahan usia anak kurang baik. Namun sekarang angka pernikahan usia anak tersebut sudah menurun," ungkap Asyraf.

Menyinggung mengenai stunting, Asyraf menjelaskan, anak-anak yang stunting dikarenakan anak itu mengalami kekurangan asupan gizi. Namun anak-anak di sekolah ini tidak ada yang stunting. Sebab anak stunting mengalami kekurangan kecerdasan. 

"Cegah stunting dan cegah pernikahan usai anak. Siswa-siswa di sini bisa ikut membantu mensosialisakan mengenai hal tersebut," tegas Asyraf. 

Menjawab salah satu pertanyaan siswa mengenai anak yang menjadi korban broken home, Asyraf mengatakan, akibat dari pernikahan usia anak yakni anak harus mengurus anak. Artinya ibu tersebut masih berusia anak, psikologisnya masih sebagai anak. 

"Pernikahan usai anak menjadi salah satu terjadi kasus broken home tersebut. Kita ada UPTD yang menangani kasus-kasus seperti ini. Terutama terkait pemenuhan hak-hak anak," jelasnya.