Pangkalpinang - Peran keluarga sangat penting untuk menentukan masa depan anak. Keyword (kata kunci) dalam hal ini, anak investasi bangsa. Investasi ini baru bisa dilihat dan diketahui hasilnya beberapa tahun ke depan. Pembentukan karakter anak didapat dari lingkungan tempat tumbuh anak.

Demikian disampaikan Special Speaker Dr. H. Erzaldi Rosman, SE. MM Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat Webinar Satuan Pendidikan Ramah Anak, via Zoom Meeting dan channel YouTube DP3ACSKB Babel, Kamis (17/2/2022).

Kegiatan yang diprakarsai DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kali ini mengusung tema, "Cegah Pernikahan Usia Anak, dengan Sekolah Ramah Anak". Ratusan perwakilan dari sekolah se-Kepulauan Bangka Belitung mengikuti kegiatan ini.

Selain Gubernur Erzaldi, hadir juga pemateri lain, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ervawi, S.Pd., M.Pd., M.M, Plt. Kepala Dindik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sedangkan selaku moderator yakni, Dr. Muslim El Hakim, K, S.T., M.M.

Lebih jauh Gubernur Erzaldi mengatakan, jumlah anak di Babel sebanyak 481 ribu atau ada sekitar 32,9 persen dari penduduk Babel. Untuk diketahui, perkembangan otak anak sudah dimulai sejak dari kandungan. Selanjutnya, sekitar 80 persen otak anak sudah terisi diusai sepuluh tahun.

"Otak anak diisi oleh apa yang dilihat dan didengar. Karakter anak menjadi baik jika diberikan contoh yang baik oleh orangtuanya. Sebab perkembangan otak anak sangat dipengaruhi dari apa yang dipelajarinya," ungkapnya.

Sekitar delapan jam anak bersama guru, begitu juga waktu anak bersama keluarga. Lebih jauh Gubernur Erzaldi menjelaskan, sekarang ini kehidupan anak terlalu bebas dan ini harus menjadi perhatian. Hal ini menjadi salah satu penyebab perkawinan usia anak.

Angka perkawinan usia anak cukup tinggi. Selain kehidupan anak terlalu bebas, juga dipengaruhi tingkat pendidikan. Jika tingkat pendidikan anak di suatu daerah baik, persentase pernikahan anak rendah. Tak kalah penting keberadaan guru bimbingan dan konseling (BK) bagi tumbuh kembang anak.

"Sekarang ini jumlah guru BK masih sangat kurang, padahal anak memerlukan pendampingan dari guru BK. Sebab guru BK merupakan psikolog bagi anak. Hendaknya di tingkat SD juga ada guru BK," saran Gubernur Erzaldi.

Salah satu peserta Yuliana menanyakan cara membagi waktu bagi orangtua yang bekerja. Menjawab pertanyaan ini, Gubernur Erzaldi mengatakan, saat mempersiapkan makanan anak sudah menjadi waktu untuk bersama anak.

"Mempersiapkan bekal bagi anak sangat baik. Sebab dengan bekal yang dibawa anak ke sekolah, bisa berbagi dengan temannya. Untuk diketahui, bukan hanya kuantitas namun yang lebih penting kualitas waktu bersama anak," jelasnya.