Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung penuh langkah pemulangan korban kasus trafficking (perdagangan manusia) asal Kota Bandung. Diharapkan ke depan kasus serupa tidak lagi terjadi, sebab kejadian ini sangat merugikan korban.
"Kita berharap ke depan tidak terjadi lagi kasus seperti ini," harapnya saat memfasilitasi koordinasi pemulangan kasus trafficking, antara Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PP dan PA Kabupaten Bangka dengan DPPPA Kota Bandung, di Kantor DP3ACSKB Babel, Jumat (10/9/2021).
Lebih jauh ia menjelaskan, pemulangan korban kasus trafficking berkat adanya kerja sama antara pemerintah. Koordinasi yang baik antara Pemda Kabupaten Bangka dengan Pemda Kota Bandung membuat korban bisa kembali ke keluarganya.
Selain itu, kata Asyraf Kepala DP3ACSKB, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini sedang berupaya menekan angka pernikahan usai anak. Sebab sekarang ini angka pernikahan usia anak di Bangka Belitung masih sangat tinggi, menduduki peringkat pertama se-Indonesia.
"Ini peringkat pertama, namun tidak enak mendengarnya. Untuk itu, kita terus berupaya agar kasus pernikahan usia anak di Bangka Belitung menurun. Kita sedang gencar melakukan kampanye stop pernikahan usia anak," jelasnya.
Sementara Irma Sekretaris Dinas PPPA Kota Bandung mengatakan, ini merupakan kerja sama yang baik. Sebab dengan adanya kerja sama ini, maka korban bisa dipulangkan kepada keluarganya.
"Kasus ini bisa sebagai pembelajaran bagi korban, sehingga tidak terjadi persoalan serupa. Kita sangat berterima kasih dengan adanya koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi," ungkapnya.