Pangkalpinang - Puluhan penyintas korban kekerasan terhadap perempuan mengikuti kegiatan pelatihan merias wajah. Diharapkan ke depan sejumlah perempuan ini dapat menjadi lebih mandiri. Tentunya harus mengaplikasikan kemampuan.
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Manfaatkan ilmu yang didapatkan, sebab hampir setiap minggu jasa merias wajah dibutuhkan masyarakat.
"Semoga menjadi perias wajah yang andal. Karena ini keahlian, ada baiknya dilakukan secara terus menerus," kata Asyraf saat Kegiatan Pemberdayaan Bagi 1.391 Penyintas di 46 Lembaga Anggota Forum Pengadaan Layanan, di Kantor Camat Rangkui, Jumat (23/9/2024).
Kegiatan ini merupakan program unggulan Kementerian PPA RI. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpilih menjadi salah satu lokasi penyelenggara kegiatan. Adapun tujuannya, memberdayakan perempuan menjadi lebih mandiri.
Hadir dalam kegiatan ini Camat Rangkui Muhammad Subhan, SE., M.Si., Maftuh Muhtadi dari Kementerian PPA RI serta lembaga masyarakat perempuan P2H2P Kepulauan Bangka Belitung.
Sebelumnya, Camat Rangkui mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Penyintas hendaknya dapat menghilangkan traumatik dan menjalani kehidupan menjadi lebih baik. Diharapkan tidak lagi terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Untuk di Kecamatan Rangkui, sudah ada Kelurahan Parit Lalang ditetapkan sebagai kelurahan ramah perempuan dan peduli anak," kata Subhan.
Hal senada dikatakan Maftuh Muhtadi. Menurutnya, kegiatan ini perlu untuk pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan. Kementerian ingin menjadikan perempuan-perempuan penyintas lebih mandiri.
"Perempuan harus lebih kuat. Semoga ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat. Kami sangat senang kegiatan ini dilaksanakan di kantor kecamatan. Ini merupakan bentuk sinergitas," ungkapnya.