Pangkalpinang - Pembangunan Kampung Keluarga Berkualitas harus dilakukan lintas sektor. Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu perlu memperkuat ketahanan keluarga, sehingga dapat menghadapi kondisi seperti sekarang ini. Keluarga harus dapat melaksanakan fungsinya, seperti meningkatkan kualitas anak, memberikan akses informasi, pendidikan, penyuluhan serta pelayanan.

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepada DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, untuk mewujudkan ketahanan keluarga berkualitas, salah satu jalan dengan mengintervensi program Bangga Kencana setingkat pedesaan. Prioritas program kegiatan menyentuh masyarakat secara langsung, seperti halnya melakukan fasilitasi pengembangan program ketahanan keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas.

"Sekarang ini kita lakukan pembinaan kelompok tribina, bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia," jelasnya saat kegiatan Fasilitasi Pengembangan Program Ketahanan Keluarga di Kampung Keluarga Berencana, Hotel Bangka City, Kamis (7/10/2021).

Bangsa ini sangat peduli terhadap perempuan dan anak. Ia menjelaskan, ada lembaga setingkat Kementerian mengurusi perempuan dan anak. Kampung Keluarga Berkualitas adalah salah satu kegiatan mewujudkan keluarga sehat, bahagia dan sejahtera. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga.

Tak kalah penting, perlunya memahami delapan fungsi keluarga di antaranya, fungsi agama, sosial, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, pendidikan, ekonomi dan fungsi lingkungan. Pemahaman fungsi-fungsi tersebut berdampak ketahanan keluarga.

"Semakin baik ketahanan keluarga kita, maka semakin baik pula kemampuan keluarga menghadapi perubahan," ungkapnya.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fajar Supriyadi Sentosa, SH mengatakan, tujuan Kampung Keluarga Berkualitas memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Sementara ini, sudah ada peningkatan kesejahteraan warga yang berada di Kampung Keluarga Berkualitas, seperti di Kampung Keluarga Berkualitas Pangkalpinang.

Selain tingkat perkawinan anak, angka kematian ibu dan bayi tinggi, angka kehamilan yang tidak diinginkan juga masih tinggi. Lebih jauh ia menjelaskan, untuk mengatasi ini semua ini membutuhkan peran serta keluarga. Selain mengetahui fungsi keluarga, pasangan juga harus memahami fungsi tersebut.

"Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, perlu mengoptimalkan penyelenggaraan, pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga agar tercipta rasa aman," ungkapnya.