Pangkalpinang - Diharapkan Bangka Belitung mempunyai perpustakaan yang baik, sehingga bisa memenuhi kebutuhan literasi. Namun sudah ada beberapa cafe di Bangka Belitung membuat pojok baca. Anak muda mempunyai daya baca tinggi, namun daya paham masih rendah. Untuk itu IPM bisa menjadi pelopor untuk hal tersebut.

Hal ini disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewakili Wagub Bangka Belitung saat Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bangka Belitung periode 2021 -2023, di Auditorium Lantai 4, Gedung Universitas Muhammadiyah, Bangka Belitung, Sabtu (12/2/2022).

"Selain literasi, ada isu perempuan dan anak. Terjadi peningkatan data laporan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan ini kemungkinan adanya keberanian masyarakat melaporkan ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak di kabupaten/kota," kata Asyraf yang juga merupakan kader dari Organisasi Muhammadiyah.

IPM bisa menjadi pelopor dan pelapor dalam persoalan tersebut. Asyraf menambahkan, angka pernikahan anak di Bangka Belitung juga menduduki posisi tertinggi dan ini berdasarkan data tahun 2020 yang dipublikasikan tahun 2021. Namun diharapkan ke depan ada penurunan angka pernikahan usia anak.

"IPM bisa menjadi pelopor untuk tidak melakukan pernikahan usia anak. IPM juga menjadi pelopor agar lama sekolah di Bangka Belitung meningkat. Sehingga Bangka Belitung menjadi yang terbaik dengan adanya IPM. Untuk menjalankan suatu organisasi harus bisa memperkuat kebersamaan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Satria Nanda Nugroho dipercaya untuk menduduki posisi ketua PW IPM Bangka Belitung periode 2021-2023 menggantikan Zidane Romadhoni. Kegiatan pelantikan kali ini mengusung tema "Serumpun Sebalai Merajut Keragaman dengan Semangat Kekeluargaan, Identitas Pelajar Hebat Bangka Belitung".

Usai kegiatan pelantikan, Zidane Romadhoni mengharapkan dalam kepemimpinan baru nantinya bisa membuat organisasi lebih maju. Sebab pelajar menjadi contoh bagi orang-orang di Bangka Belitung dan bisa memperkuat kebersamaan.

"Beberapa poin penting dalam berorganisasi di antaranya, perlu menumbuhkan kesabaran, bisa menciptakan kesederhanaan, kemurahan hati saling membantu, menunjukkan akhlak yang baik dan mengamalkan Al-Qur'an dan Al Sunnah," jelasnya.

Sementara Satria Nanda Nugroho menjelaskan, hidup di bumi Serumpun Sebalai dengan banyak keragaman semua diikat suatu kebersamaan. Untuk itu, apapun yang terjadi hendaknya bisa diatasi dengan diskusi dan duduk bersama. Banyaknya pluralisme pelajar Muhammadiyah bersatu dalam IPM.

"Sebagai pelajar yang hebat harus bisa menggerakkan mulai dari bawah. Jika kuat pengkaderan dari bawah, maka ke depan akan lebih mudah untuk regenerasi," ungkapnya.

Kegiatan ini dihadiri Pimpinan Pusat IPM, Hanifa Syafina selaku Bendahara Umum IPM, sejumlah pengurus Organisasi Muhammadiyah, perwakilan dari Polda dan Kodim 0413 Bangka.