Pangkalpinang - Sebanyak enam pejabat Eselon III di lingkungan DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penandatanganan Fakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun 2022. Kegiatan tersebut digelar saat apel sore, Selasa (25/1/2022).
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, setelah melakukan penandatanganan Fakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun 2022, maka harus dijalani dengan baik.
"Namanya juga berjanji, jadi harus dijalankan," pesannya saat apel sore di hadapan sejumlah pegawai di lingkungan DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Terdapat sembilan butir Fakta Integritas yang harus dipatuhi di antaranya, pertama, berperan secara proaktif dalam upaya mencegah dan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme. Butir kedua, bersikap transparan, jujur, obyektif, akuntabel, disiplin khususnya tepat waktu dalam bekerja dan membudayakan sikap melayani.
Butir ketiga, menjaga sopan santun, etika dan menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest); keempat, sanggup menjadi teladan, motivator, mediator dan sebagai pembimbing bagi bawahan dan butir selanjutnya, sanggup memberikan reward dan punishment kepada bawahan secara berjenjang, berupa Surat Peringatan bagi yang melanggar disiplin.
Sedangkan empat butir lainnya yakni, membuat dan melaksanakan minimal dua inovasi; tidak berselingkuh; tidak terlibat penyalahgunaan narkoba, judi dan perbuatan tercela lainnya; dan butir terakhir, menerima sanksi yang sudah ditetapkan karena kesalahan.
Sementara dalam perjanjian kinerja, pejabat eselon III berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab pengemban tugas.
Sedangkan untuk pejabat fungsional, Asyraf menyarankan agar mulai dari sekarang melakukan pengumpulan berkas untuk pemenuhan angka kredit. Berkas tersebut selain disimpan di komputer juga bisa disimpan di google drive.
"Berkas tersebut harus ada backup, sehingga jika mengalami kehilangan tidak kesulitan. Untuk pengumpulan angka kredit bisa dilakukan secara berkelompok dan saling belajar bersama-sama," ungkapnya.