PANGKALPINANG - Hingga kini Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah terus menunjukkan komitmen pembangunan berbasis responsif gender. Hal ini dilakukan sejak terpilih sebagai desa piloting PPRG desa program pembangunan KemenPPPA tahun 2019.
Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dra. Susanti, M.AP bangga. Sebab pemerintah kabupaten, kades beserta jajaran dan masyarakat telah berhasil menunjukkan prestasi membanggakan daerah serta kinerja pembangunan yang patut dicontoh bagi banyak desa di Babel bahkan di Indonesia.
Lebih jauh ia menjelaskan, telah mempunyai rencana akan menghadirkan Jasila selalu Kades Kurau untuk menjadi pembicara guna memaparkan langkah-langkah dan program serta urgensi pembangunan desa yang responsif gender.
"Ini guna mendorong dan memotivasi kabupaten dan para kades untuk melakukan hal sama demi terwujudnya pembangunan berkeadilan di provinsi ini," jelasnya saat Koordinasi dan MONEV pelaksanaan PPRG di desa piloting PPRG Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (23/7/2020).
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas PPKBPA Kabupaten Bangka Tengah dr. Dede beserta jajaran, Kades Kurau Jasila beserta jajaran, BPD, sarjana desa serta pendamping desa.
Terpilih sebagai desa piloting PPRG desa program pembangunan KemenPPPA yang dikukuhkan pada tahun 2019, diawali dengan kerja keras dan kerja sama semua stakeholder dan unsur pemerintahan desa setempat.
Selain itu ini berkat kerja pendampingan yang pantang menyerah dalam waktu yang relatif singkat. Komitmen itu telah dibuktikan dengan telah tersusunnya RPJM Desa Kurau 2019-2024 dan RKP Desa tahun 2020 yang responsif gender (rampung pada Januari 2019).
Sebenarnya untuk launching RPJM Desa piloting PPRG ini direncanakan bulan Maret tahun 2020 yang semula dijadwalkan akan menghadirkan Deputi PUG. Ini sesuai arahan dari Kemen PPPA dan tempat acaranya di desa setempat. Namun karena pandemi covid-19, acara tersebut dijadwal ulang.
Kades Kurau Jasila mengatakan, prestasi gemilang ini telah pemberitaan nasional. Desa ini punya potensi wisata yang tidak kurang menariknya, terutama potensi wisata bahari dan hutan manggrove yang luar biasa.
"Hal ini akan dikemas dan dikembangkan demi menambah income desa demi kesejahteraan masyarakat desa," ujar pak Jasila.