PANGKALPINANG-- Berbagai upaya dilakukan Dinas Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Bangka Belitung dalam mewujudkan Bangka Belitung menjadi Provinsi Layak Anak (Provila).

Selasa (19/11/2019) Kepala DP3ACSKB Babel melakukan kunjungan ke Pemkab Bangka Barat untuk melakukan penguatan dan pengembangan Bangka Barat menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Melalui pertemuan ini diharapkan bisa memperkuat komitmen Pemkab Bangka Barat untuk terus bersinergi dengan berbagai stakeholders agar bisa mewujudkan Bangka Barat menjadi KLA.

Salah satu kendala saat ini yakni masih ada kasus stunting di beberapa desa di Bangka Barat. Upaya yang dilakukan DP3ACSKB hari ini dengan menurunkan empat tim untuk melakukan pendataan, pembinaan desa stunting dan pembinaan Kampung KB ke desa-desa di daerah Bangka Barat.

Tim pertama melakukan pembinaan ke desa Rukem dan desa Limbung di kecamatan Jebus. Sedangkan tim kedua menuju desa Pelangas, desa Simpang Gong, desa Kundi dan desa Air Menduyung di kecamatan Simpang Teritip.

Tim ketiga melakukan pembinaan ke desa Air Belo dan tim keempat menuju desa Tuik dan desa Tugang kecamatan Kelapa.

Pengentasan stunting ini mendapat perhatian serius dari Gubernur  Erzaldi. Saat rapat pengentasan desa stunting bersama OPD terkait, Gubernur Erzaldi menyayangkan ada desa di Bangka Belitung yang menghasilkan ikan teri namun ternyata ikan tersebut jarang dikonsumsi oleh masyarakat setempat dan hanya untuk dijual keluar daerah. 

"Padahal ikan teri yang bisa dimakan bersama dengan tulangnya ini merupakan salah satu sumber kalsium dan protein yang bisa mencegah stunting", jelas Gubernur Erzaldi. 

Kepala DP3ACSKB Babel Susanti mengatakan banyak pihak yang harus dilibatkan dan bergerak salah satunya dengan melakukan edukasi melakukan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang.