Beltim - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan berkeadilan dan responsif gender. Diharapkan perempuan semakin berdaya saing dan anak terlindungi.
"Kita berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pembangunan berkeadilan dan resposif gender," jelas Asyraf saat pertemuan di Desa Simpang Tiga, Kecamatan simpang Renggiang, Kabupaten Beltim, Selasa (26/9/2023).
Kasus kekerasan terhadap perempuan masih cukup tinggi. Asyraf menambahkan, sebaran kasus tersebut merata. Bisa dikatakan tidak ada tempat yang steril dari kejahatan ini.
Menyinggung faktor penyebab tindakan kekerasan terhadap perempuan, Asyraf mengatakan, mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, budaya dan lemahnya penegakan hukum.
Selain itu, ungkapnya, sosialisasi masih kurang. Sementara pengaruh teknologi informasi seperti pengaruh gadget sudah tak terpisahkan lagi dari realitas kehidupan.
Hendaknya perempuan mendapatkan tempat dangan perhatian, terutama kaum ibu. Mengutip hadits nabi, kata Asyraf, sebaik-baiknya kamu adalah yang paling baik akhlaknya.
Lebih jauh ia menjelaskan, sangat perlu sikap saling menyayangi, menghargai dan melindungi khususnya terhadap perempuan dan anak. Untuk mewujudkan itu, perlu komitmen bersama.
"Tinggalkan ego sektoral dan primordialisme. Mari kita berperan aktif, melakukan hal-hal positif bermanfaat," ajak Asyraf.
Selain Kepala DP3ACSKB Bangka Belitung, juga bertindak sebagai narasumber yakni, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung Timur.
Sementara Camat Simpang Renggiang memberikan penjelasan tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Adapun harapannya, semua desa di kecamatan ini menjadi DRPPA.
Tak hanya unsur pemerintahan menjadi peserta kegiatan ini. Sebab tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perempuan pelaku industri rumahan hingga remaja masjid dan sejumlah elemen masyarakat lainnya juga terlibat langsung.