Belitung - Masa remaja merupakan masa yang unik. Pasalnya masa remaja terjadi berbagai macam perubahan yang cukup signifikan baik secara fisik, biologis, mental emosional serta psikososial. Ini dapat memengaruhi kehidupan dan perilaku pribadi, lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Demikian dikatakan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Prov. Kep. Bangka Belitung saat Pengembangan Strategi Operasional Promosi dan Konseling Kesehatan Reproduksi, di SMPN 1 Sijuk Kabupaten Belitung, Selasa (4/2/2025).
Sebelum penyampaian materi kegiatan dilakukan aksi makan bergizi dan pemberian minum tablet tambah darah bagi remaja putri dalam rangka pencegahan stunting di mulai dari remaja hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DPPKBPMD Kab. Belitung.
"Ketidaksiapan dalam menghadapi perubahan dapat menimbulkan berbagai perilaku berisiko seperti, kenakalan remaja, penyalagunaan obat terlarang, seks pranikah, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, infeksi menular seksual dan sebagainnya," kata Asyraf.
Untuk itu, kata Asyraf, pemahaman tentang kesehatan reproduksi idealnya dibangun sejak anak masih berusia dini dan akan berlangsung secara terus menerus. Jika tidak, kemajuan teknologi yang mempermudah memperoleh akses informasi, menyebabkan remaja mendapatkan pemahaman tidak benar.
Selain menyinggung masalah stunting, Asyraf juga mengimbau agar mengindari pernikahan usia anak. Sebab wanita hamil di bawah usia 20 tahun, organ reproduksinya belum matang. Contohnya, rahim yang belum terbentuk dengan sempurna sehingga berisiko mengganggu perkembangan janin dan bisa menyebabkan keguguran.
"Usia perkawinan yaitu, 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Mengapa? Karena usia ini sudah matang dan siap berumah tangga," jelasnya.
Sementara Zuryani, S.SOS Kepala Bidang KB dan KKK DPPKBPMD Kabupaten Belitung menjelaskan mengenai Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). Ia mengatakan, PIK R merupakan wadah bagi remaja untuk mendapatkan pelayanan informasi dan konseling tentang Kesehatan reproduksi.
"Pengelolaan PIK R ini dilakukan oleh remaja, dan ini juga sebagai wadah mengintegrasikan upaya peningkatan asset dan pengembangan sumber daya," paparnya.
Tak hanya itu. Kesempatan sama juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung yang membahas mengenai kesehatan remaja dalam pelaksanaan program UKS di sekolah serta Gerakan Aksi Bergizi.