PANGKALPINANG -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Drs. H. Abdul Fatah, M.Si. secara resmi me-launching Sekolah Perempuan Sekuntum Melati (Sekolah untuk Perempuan Menjadi Mandiri dan Terlatih). Sekolah yang akan beroperasi di Desa Rukam, Kabupaten Bangka dan Desa Jelutung II Kabupaten Bangka Selatan tersebut diharapkan bisa menciptakan kaum perempuan Bangka Belitung yang mampu bersaing.

"Perempuan harus mampu ikut mensejahterakan keluarga dengan cara berwirausaha. Kaum perempuan tidak hanya menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga saja," pesan Wagub saat kegiatan launching Sekolah Perempuan Sekuntum Melati, di ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Senin (24/2/2020).

Lebih jauh Wagub menjelaskan, sebelum ada gerakan dari RA Kartini, tugas perempuan tak lebih dari mengurusi rumah tangga, anak dan suami. Namun sekarang berbeda, sebab perempuan sudah mempunyai kedudukan sama dengan laki-laki. Apalagi dengan adanya gerakan pengarusutamaan gender. Namun hendaknya perempuan tetap menjalankan aktivitas sesuai kapasitasnya.

"Perempuan harus tetap sopan dengan suami, terutama dalam bertutur kata. Ini menjadi salah satu tugas dari sekolah perempuan yakni, membuat perempuan menjadi bermartabat," saran Wagub Abdul Fatah.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua pulau besar dan 470 pulau-pulau kecil. Wagub menambahkan, kehidupan masyarakat di Bangka maupun di Belitung sangat heterogen dengan berbagai sumber daya alam. Mulai dari sektor pertambangan, pertanian, perikanan hingga sektor pariwisata. Semua ini dapat dimanfaatkan sebagai sandaran pertumbuhan ekonomi.

"Perempuan mempunya peran untuk membuat produk yang bisa menjadi ketertarikan wisatawan untuk datang ke Bangka Belitung. Caranya, dengan memproduksi berbagai jenis kuliner. Tentunya rasanya harus enak. Sekolah perempuan bisa mendorong agar bisa membuat kuliner yang rasanya sangat enak," kata Wagub Abdul Fatah.

Sementara Ketua Sekolah Perempuan Melati Erzaldi SH menjelaskan, upaya untuk memberdayakan perempuan banyak dibicarakan dalam forum-forum diskusi. Namun untuk mengimplementasikan, membuat format dan tatanannya ternyata tidaklah mudah. Setelah dibahas di meja diskusi oleh tim yang kuat dan pantang menyerah, akhirnya terwujud sekolah perempuan ini.

"Kita ketahui bersama, pendidikan merupakan syarat dan unsur utama yang efektif dalam rangka membentuk karakter dan mindset bangsa. Termasuk di dalamnya kaum perempuan. Ini sekolah khusus yang representative sebagai media pembelajaran bagi kaum perempuan," kata Ketua PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Sekolah ini mendapatkan dukungan sejumlah instansi, dinas serta UN Women dan Ok-Oc. Melati Erzaldi menambahkan, ini merupakan sekolah perempuan pertama  se Bangka Belitung. Ini semua terealisasi karena peran UN Women dan Ok-Oc.

"Terima kasih atas bimbingannya dan telah membantu kami mewujudkan sekolah perempuan ini. Saya merasa paling bahagia, setelah melalui proses yang cukup lama akhirnya hari ini kita membuat sejarah bagi bangsa," ungkapnya.