Pangkalan Baru - Keluarga diharapkan menjalani fungsi secara optimal, sehingga bisa meningkatkan ketahanan keluarga dengan memahami delapan fungsinya. Sebab pandemi covid-19 berdampak terhadap ketahanan keluarga.
Demikian dikatakan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Fasilitasi Pengembangan Progam Ketahanan Keluarga di Kampung Berkualitas, di Soll Marina Hotel, Kamis (14/10/2021).
"Untuk keluarga yang memilik anak remaja, diharapkan bisa menasehati anaknya agar tidak melakukan perkawinan di usia anak. Namun kondisi di Kabupaten Bangka Tengah cukup baik, angka perkawinan anak rendah," tegasnya.
Asyraf Kepala DP3ACSKB berharap agar bisa memahami delapan fungsi keluarga untuk membangun ketahanan keluarga. Fungsi-fungsi tersebut di antaranya, fungsi agama, sosial, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi, pendidikan, ekonomi dan fungsi lingkungan.
Saat menjelaskan mengenai Kampung Keluarga CIKAR, ia mengatakan, ini merupakan wilayah yang memiliki kriteria tertentu dan telah berhasil melaksanakan pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang dilaksanakan secara terpadu, terintegratif, holistik, sinergi, sistemik dan sistematik.
"Untuk mewujudkan Kampung Keluarga CIKAR harus bersinergi dengan yang ada di kampung tersebut. Pembinaan keluarga dilakukan pada kelompok balita, remaja dan lansia," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, selain Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat tiga pemateri lain hadir pada kegiatan ini. Pemateri tersebut di antaranya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fajar Supriyadi Sentosa, SH.
Hadir juga dr. Dede Lina Lindayanti, MKM., Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah membahas Strategi dan Kebijakan Program KKBPK di Kampung Keluarga Berkualitas dan Mardianto Kades Best Practise Kampung KB Lubuk Besar.