Pangkalpinang - Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyarankan agar data kasus stunting di Bangka Belitung selalu update. Hal ini bisa mencontoh dalam melakukan penanganan kasus covid-19 yang dibuat pelaporannya setiap hari.

"Setelah ada koordinasi ini bisa langsung ditindaklanjuti. Terutama untuk daerah yang terdapat kasus stunting," saran Asyraf saat pertemuan dengan Satgas Stunting di Kantor DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (19/9/2022).

Selain update, ada baiknya data stunting terbuka. Menurut Asyraf, hal ini bertujuan agar masyarakat juga bisa melakukan penanganan. Keterbukaan data dalam hal ini bersifat umum, tidak mengungkapkan data detail individu masyarakat yang mengalami stunting.

Tak kalah penting, perlu juga adanya langkah-langkah inovasi dalam penanggalan kasus stunting tersebut. Ia mengharapkan, inovasi tersebut harus bisa berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

"Mengenai penanganan kasus stunting ini, DP3ACSKB telah bergerak pada rana perilaku. Salah satunya, mengubah pola pikir masyarakat agar tidak terjadi pernikahan di usia anak. Kita sudah melibatkan beberapa organisasi perempuan," ungkapnya.

Sementara ini terdata sekitar 3.669 kasus stunting dan stunted di Bangka Belitung. Sebagaimana diketahui, stunted (pendek) dan stunting merupakan dua hal berbeda. 

Namun stunting dan stunted sama-sama menghasilkan tubuh tidak terlalu tinggi. Stunting dan stunted secara kesehatan berbeda dan memiliki penanganan tidak sama.

Satgas Stunting BKKBN Sardiyono mengatakan, salah satu cara menangani stunting melibatkan remaja dengan melibatkan duta genre. Sehingga remaja mengerti mengenai  stunting dan penanganannya. Bisa juga melakukan kerja sama dengan karang turuna. 

Menyinggung mengenai data stunting, pendataannya dilakukan oleh petugas di puskesmas selanjutnya dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Ke depan selain dilaporkan kepada Dinkes, pihak desa juga mendapatkan data tersebut.

"Jika Kades mengetahui data ini, diharapkan pihak desa bisa mengambil langkah-langkah penanganan. Selama ini memang masih ada kades tidak mengetahui jika di desanya terdapat kasus stunting," jelasnya.