Pangkalpinang - Sedikitnya ada lima tahapan penyediaan data. Untuk mendapatkan data yang benar, harus melalui proses di antaranya, melakukan pemilihan sumber data, jenis data, pengumpulan data basis, pengelolaan data dan selanjutnya data dimasukan dalam aplikasi.

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, bekerja sebaiknya menggunakan teknologi, sehingga data menjadi tertata dengan baik dan membuat pengumpulan data lebih mudah. Namun tak kalah penting, kerja tim sangat dibutuhkan untuk menghasilkan data yang benar.

"Data dapat membantu pimpinan mengambil kebijakan dalam menyusun rencana kegiatan," jelasnya saat Acara Penyusunan Profil Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), di DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan via Zoom Meeting, Kamis (24/2/2022).

Jika tanpa data yang benar, kata Asyraf, berdampak kurang dapat membantu arah intervensi program untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan. Selain itu, kurang dapat memberi input untuk perencanaan di masa mendatang.

Menyinggung mengenai syarat dalam mengumpulkan data, Asyraf menjelaskan harus objektif. Selanjutnya, data harus representatif, memiliki standar error yang kecil, data terkini, dan relevan.

"Diharapkan kabupaten/kota memberikan kontribusi dalam pengumpulan data. Sebab sangat penting kerja sama dalam penyampaian data. Kemudian data yang disampaikan sinkron dan valid," harapnya.

Sementara saat diskusi, Supriyadi Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk KB Kabupaten Bangka Selatan menyarankan angka yang dihasilkan nanti harus sama. Terutama yang ada di BKKBN dengan yang ada di DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ini merupakan langkah antisipasi, jangan sampai timbul pertanyaan mengenai angka tersebut.

"Angka didapatkan dari kabupaten/kota. Jika data dari kabupaten/kota belum ada, hendaknya bisa diminta data dengan berkirim surat. Selanjutnya cara penghitungan data harus sama, sehingga tidak ada kesalahan," ungkapnya.