PANGKALPINANG - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga menekankan pentingnya kebijakan dan program bagi lansia. Pasalnya diproyeksikan tahun 2024 mendatang jumlah penduduk lansia mencapai angka 20 persen dari penduduk Indonesia.

"Tahun 2015, ada sembilan persen dari total penduduk," kata Bintang Puspayoga saat webinar Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 24, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, semakin banyak jumlah penduduk lansia berbanding lurus dengan angka harapan hidup yang terus bertambah. Tahun 1971 angka harapan hidup Indonesia 45,70. Sementara tahun 2019, angka harapan hidup menjadi 71,40.

Terdapat beberapa prinsip dasar perlindungan lansia. Ia menjelaskan, memperhatikan prinsip independensi/kemandirian. Selanjutnya, prinsip partisipasi, prinsip perlindungan.

"Selain itu juga ada prinsip pengembangan kualitas diri dan prinsip pemenuhan harkat dan martabat," katanya.

Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dra. Susanti M.AP beserta sejumlah pejabat di lingkungan dinas mengikuti kegiatan webinar tersebut. Hal ini bertujuan untuk mensinergikan kebijakan pemerintah pusat dengan daerah.

Bertindak sebagai pemateri kegiatan ini di antaranya, Meutia Hatta Swasono (Menteri PPPA Periode 2004-2009, Linda Amalia Sari Gumelar (Menteri PPPA 2009-2014), Yohana Susana Yambise (Menteri PPPA 2014-2019) dan Titik Puspa (Artis/Penyanyi).

Saat menyampaikan materi, Meutia Hatta mengatakan, kemampuan dan aktivitas lansia untuk tetap produktif sebagai manusia, mandiri dan tidak sepenuhnya tergantung pada keluarga/orang lain.

Sedangkan untuk dimasa covid ini, jelasnya, perlu perlindungan dan pemberdayaan lansia dengan memperhatikan keseimbangan antara faktor biologi, psikologi dan sosial budaya.

"Ini perlu mendapat akses pelatihan menyesuaikan diri dengan perubahan melalui berbagai pihak," jelasnya. 

Sedangkan Linda Gumelar mengatakan, dalam era new normal ini lansia tetap optimis, serta bisa melakukan aktivitas positif sesuai protokol kesehatan. Tak kalah penting perlu mengubah cara pandang masyarakat, bahwa lansia bukan beban.

"Lansia merupakan potensi pembangunan bila dipenuhi hak-haknya," tegasnya.

Hal senada disampaikan Yohana Yambise. Ia mengatakan, lansia pada masa pandemi ini harus tetap pada protokol kesehatan, istirahat yang cukup, harus kuat, tidak panik, namun tetap bahagia.

"Kelompok lansia adalah kelompok rentan. Pendamping anggota keluarga lansia harus melakukan edukasi khusus bagi keluarga dan harus dimuliakan," sarannya.

Saat menyampaikan materi, Titik Puspa sebagai artis dan penyanyi membagikan resep bagaimana mempersiapkan diri menjadi lansia sehat, mandiri, bahagia, sejahtera dan bermartabat. 

Diumurnya yang sudah 82 tahun, Titik Puspa sudah mempersiapkan diri untuk mandiri dengan membatasi pola makan dengan cara mengurangi konsumsi garam, gula dan tidak mengkonsumsi makanan berminyak.

Walaupun segala penyakit ada, kata Titik Puspa, namun tidak perlu berkecil hati. Sebab itu pertanda Tuhan menyayanginya. Dengan menyalurkan hobby menjadi sebuah hiburan untuk mengurangi stress.

"Selain itu bermeditasi dan menjalin silaturrahmi, pasrah kepada Tuhan namun tetap berusaha," sarannya.