PANGKALPINANG - Pendekatan keluarga dalam pembangunan menjadi persoalan penting. Sebab pemahaman tentang kesetaraan gender dimulai dari keluarga. Selain itu, keluarga juga mempunyai peran  memberikan pendidikan dan banyak masalah dapat diselesaikan dengan baik jika melakukan pendekatan keluarga.

Demikian dikatakan Indra Gunawan, S.K.M., M.A. Staf Ahli Menteri PPPA Bidang Pembangunan Keluarga saat kegiatan zoom metting bertajuk "Perempuan Berdaya Anak Terlindungi, Indonesia Maju", bersama sejumlah dinas terkait kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (2/6/2021).

Menyinggung mengenai konvensi hak anak, ia menjelaskan, keluarga mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kehidupan anak dan menjadi bagian, komponen tumbuh kembang anak. Tak hanya itu, penanggulangan penyakit juga bisa dilakukan dengan cara pendekatan keluarga.

Begitu juga dengan penanggulangan masalah sosial, ia mencontohkan seperti, kenakalan remaja, persoalan narkoba, masalah hukum, menangkal pemahaman radikal serta persoalan sosial lainnya. Mengatasi persoalan ekonomi juga bisa dilakukan dengan melakukan pendekatan keluarga.

"Indikator pembangunan keluarga bisa dimanfaatkan, sebab keluarga merupakan miniatur lingkungan masyarakat. Program yang dijalankan kabupaten/kota dapat menjadi contoh baik. Diharapkan provinsi, kabupaten /kota untuk memanfaatkan data hasil pendataan keluarga tahun 2021 yang dilakukan serentak se-Indonesia. Begitu juga dengan Provinsi Babel diimbau berkoordinasi dengan BKKBN dan dinas KB kabupaten/kota, data tersebut dapat dianalisis  sebagai alat untuk mengetahui  komposisi kualitas keluarga. Sehingga dari data tersebut bisa dijadikan dasar penyusunan suatu kebijakan dan selanjutnya juga menjadi pedoman pelaksanaan program kegiatan peningkatan kualitas keluarga yang benar-benar tepat sasaran. Terus diskusi untuk pembangunan, pengembangan program dan SDM, sehingga Indonesia semakin maju," jelasnya.

Berbagai program dipaparkan kabupaten/kota terkait Pendekatan Keluarga Dalam Pembangunan, di antaranya mengenai pengembangan industri rumahan. Saat ini pandemi covid-19 menghambat proses pemasaran, kendati demikian dapat diatasi dengan sistem pemasaran berbasis online.

Hal senada disampaikan Wardiah, SH. MH Sekretaris DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung seizin kepala dinas. Ia menegaskan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap mendukung pelaksanaan pembangunan keluarga  dimulai dengan berbagai kebijakan Perda tentang Pembangunan Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Pergub Kampung Keluarga Cikar, Pergub Sekuntum Melati serta melalui program kegiatan, tentunya dengan mensinergikan program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota 

"Kita telah dan terus melakukan penguatan pelaksanaan bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kependudukan dan keluarga berencana dan terus melakukan inovasi. Kampung Keluarga Cikar dan pelaksaan Sekolah Perempuan Sekuntum Melati, selain itu koordinasi telah dilakukan dengan baik tidak hanya pemerintah kabupaten kota, tetapi juga instansi vertikal (BKKBN, kementerian agama dll ) yang ada di provinsi maupun kabupaten kota, sehingga akan tercipta keluarga keluarga yang berkualitas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," harapnya.