Riau Silip - Masa remaja merupakan masa unik. Sebab pada masa remaja terjadi berbagai macam perubahan cukup signifikan baik secara fisik, biologis, mental emosional serta psikososial. Ini dapat mempengaruhi kehidupan dan perilaku pribadi, lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Demikian disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka kegiatan Pembinaan dan Promosi Kesehatan Reproduksi Remaja, di SMA 1 Riau Silip, Kabupaten Bangka, Selasa (7/2/2023).
"Ketidakpastian remaja dalam menghadapi perubahan tersebut dapat menimbulkan berbagai perilaku berisiko seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, seks pranikah, kehamilan tak diinginkan, aborsi, infeksi menular seksual," ungkapnya.
Remaja memerlukan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan informasi tentang kesehatan remaja termasuk kesehatan reproduksi. Asyraf menambahkan, kesehatan reproduksi merupakan kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial secara utuh.
Pemahaman tentang kesehatan reproduksi, kata Asyraf, idealnya dibangun sejak anak masih berusia dini. Ini berlangsung secara terus menerus seiring dengan perkembangan anak. Namun masih banyak pihak menganggap tabu mensosialisakan kesehatan reproduksi, khususnya pada remaja.
Kemajuan teknologi justru mempermudah remaja memperoleh akses terhadap informasi berbahaya. Asyraf mencontohkan, adanya pornografi dan pornoaksi yang dianggap sebagai pengetahuan bagi remaja. Akhirnya remaja tidak mendapatkan pemahaman yang benar tentang reproduksi.
Semua ini beresiko pada perilaku seks pranikah dan pernikahan usia anak. Ia menambahkan, kesehatan reproduksi bagi remaja ini tentunya tidak lepas dari peran orangtua, sekolah dan pemerintah. Orangtua mengedukasi remaja tentang kesehatan reproduksi dalam keluarga.
"Sekolah memberikan pendidikan kesehatan reproduksi melalui ekstrakurikuler PIK-R dan pemerintah daerah berupaya memberikan komunikasi informasi edukasi kesehatan reproduksi seperti kegiatan yang kita selenggarakan saat ini," papar Asyraf.
Sementara Aksan Visyawan, S. SY, MH Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan pelaksanaan peran DPRD sebagai mitra DP3ACSKB dalam program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.
Hal senada dikatakan Nurita S. Sos Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka. Menurutnya, remaja perlu memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi agar terhindar dari perilaku berisiko.
"Seperti seks pranikah, aborsi, infeksi menular seksual dan sebagainya," jelasnya.