Pangkalpinang - Hingga saat ini penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mencapai angka 68,92 persen atau sekitar 306.245 jiwa. Jumlah ini sudah melebihi target sebesar 60 persen. Diharapkan tahun ini sudah bisa mencapai jumlah 70 persen anak di Bangka Belitung memiliki KIA.

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, jumlah anak usai 0-18 tahun terdata ada sekitar 467.452 jiwa. Hendaknya Disdukcapil kabupaten/kota terus berupaya melengkapi anak-anak dengan kartu identitas.

"Disdukcapil bisa membuat inovasi untuk mencapai harapan kita tersebut. Memberikan akte saat anak lahir, selanjutnya melengkapi anak dengan KIA," harap Asyraf saat Bimtek Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Bagi Aparatur Disdukcapil Kabupaten/kota, se-Bangka Belitung, di Hotel Soll Marina, Kamis (22/2/2024).

Sementara ini DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan beberapa mitra untuk memberi manfaat bagi anak pemegang KIA. Asyraf menjelaskan, kerja sama tersebut mulai dari tempat rekreasi, apotek dan rumah sunat.

"Ada enam mitra yang sudah menjalin kerja sama dengan kita. Anak pemegang KIA akan mendapatkan diskon jika menggunakan fasilitas tersebut," kata Asyraf.

Menurut Asyraf, inovasi yang dilakukan Disdukcapil tidak perlu mahal, namun dapat memberikan manfaatkan bagi masyarakat. Contohnya, memberikan dokumen kependudukan saat momen-monen tertentu, seperti anak dilahirkan bertepatan hari jadi kabupaten/kota. 

"Bisa juga saat momen hari jadi dinas Dukcapil. Upaya membuat inovasi lainnya juga perlu sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Menyinggung mengenai jumlah warga wajib KTP, jelas Asyraf, terdapat 1.100.042 jiwa. Sedangkan jumlah warga yang sudah melakukan perekaman tercatat sebanyak 1.080.143 jiwa. Sehingga masih terdapat sekitar 19.889 jiwa atau 1,81 persen warga belum melakukan perekaman.

"Sementara jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk semester II tahun 2023 terdapat 1.521.723 jiwa," ungkap Asyraf.

Bertindak sebagai narasumber lain pada kegiatan ini yakni, Sukirno, SH., M.Si., Analis Kebijakan Ahli Madya, Direktorat Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, Ditjen Dukcapil Kemendagri dan Walter Edward Malau, S.Sos., M.P.A Analis Kebijakan Ahli Muda Ditjen Dafdukcapil.