SUNGAILIAT--Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menghadiri acara HUT Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten bangka yang ke-47 dan Pelatihan Etika Perempuan di Gedung Sepintu Sedulang Selasa (6/8/2019).
Dalam sambutannya Susanti mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk GOW Kabupaten Bangka.
"47 merupakan usia yang tidak lagi muda namun sudah dewasa dan Kabupaten Bangka merupakan salah satu Kabupaten yang konsisten dalam organisasi ini, apalagi dengan adanya pelatihan etika bagi perempuan ini saya harap kaum perempuan Kabupaten Bangka akan semakin bermartabat dan Indeks Pemberdayaan Gendernya semakin meningkat", terangnya.
"Perempuan diibaratkan tiang negara, tiang rumah, apabila tiang rapuh maka rumah akan cepat roboh tentunya tiang ini harus kuat dengan segala kualitasnya, kaum perempuan bukan hanya sebagai pelengkap kaum laki-laki, untuk itu GOW salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yang harus dibina supaya menjadi kuat dalam rangka menguatkan kaum perempuan" pungkas Susanti.
Susanti menuturkan saat ini banyak terjadi stunting pada anak-anak, dan angka stunting di Bangka Belitung cukup tinggi, stunting disebabkan gizi yang buruk yang didapat anak pada 1000 hari pertama kehidupan, setelah diteliti ternyata stunting ini banyak dilahirkan oleh ibu-ibu yang kurang berkualitas.
"Itulah guna adanya organisasi perempuan, minimal kita menguatkan dirumah kita sendiri, di organisasi kita sendiri. disini juga perlu adanya etika sebagai landasan untuk menjadi perempuan berkualitas yang disesuaikan dengan norma dan budaya yang ada di masyarakat" tambahnya.
Susanti menyebutkan ada satu nilai yang bisa dilihat berkualitasnya perempuan disuatu daerah yakni dari angka Indeks Pembangunan Gender (IPG) , Kabupaten Bangka bisa dilihat kualitas perempuannya melalui indeks pembangunan gender ini, bagaimana pendidikan perempuannya, bagaimana kesehatannya, bagaimana taraf hidupnya, jika angka masih di bawah IPG artinya belum bagus.
Dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ada istilah three ends yaitu akhiri 3 hal yang pertama akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang dan yang ketiga akhiri kesenjangan ekonomi pada perempuan.
"Untuk masalah ekonomi bukan berarti harus memiliki uang yang banyak, namun maksudnya kita memiliki sikap positif terhadap ekonomi dengan selalu mengucapkan syukur dengan apa yang diperoleh dan apabila dirasa kurang maka kita bisa mengembangkan kreatifitas misalnya jualan produk secara online", jelasnya.
Susanti menjelaskan inilah maksudnya kaum perempuan harus bisa berpikir positif, berapapun jumlah uang yang diberikan oleh suami harus disyukuri dan dimanage dengan baik supaya tidak besar pasak daripada tiang, banyak konflik rumah tangga yang terjadi bahkan terjadi kekerasan dalam rumah tangga karena permasalahan ekonomi.
"Untuk itu, melalui GOW ini mari kita berupaya meningkatkan kemampuan ekonomi perempuan", ajak Susanti.
Ketua panitia menyebutkan tujuan acara ini diantaranya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan antara anggota GOW se Kabupaten Bangka, meningkatkan semangat jiwa pengabdian budi pekerti luhur dalam mengemban tugas mendampingi suami dan mendidik anak, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama anggota GOW dan terhadap masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh dihadiri oleh Kepala OPD se Kabupaten Bangka, Forkopimda Kabupaten Bangka, Gabungan Ibu-ibu organisasi wanita se Kabupaten Bangka, BKOW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua BKOW kabupaten kota se-Bangka Belitung.