Belitung - Kampung Keluarga CIKAR (Cerdas, Inovatif, Kreatif, Aktif dan Responsif) diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya sosialisasi Program Pendewasaan Usia Perkawinan dan segala bentuk upaya pencegahan perkawinan usia anak. Sebab saat ini angka perkawinan usia anak di Bangka Belitung masih tinggi.
Demikian dikatakan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Fasilitasi Pengembangan Program Ketahanan Keluarga di Kampung KB, di Green Tropical Hotel Belitung, Rabu (15/9/2021).
Peserta kegiatan ini merupakan perwakilan poktan di Kampung Keluarga CIKAR berjumlah 25 orang. Selain Kepala DP3ACSKB, bertindak sebagai narasumber yakni, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Belitung serta Kepala Desa Juru Sebrang Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung.
Kepala DP3ACSKB juga menekankan pentingnya menjaga kualitas keluarga melalui penerapaan delapan fungsi keluarga, khususnya di masa pandemi ini.
Keberhasilan program Kampung Keluarga CIKAR membutuhkan sinergi. Ia menambahkan, tidak ada satupun sektor yang dapat menyelesaikan permasalahan sendiri.
"Sinergi merupakan kunci mewujudkan kampung yang Cerdas, Inovatif, Kreatif, Aktif dan Responsif menuju Bangka Belitung yang maju dan sejahtera," tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fajar Supriyadi Sentosa, SH. Menurutnya, fungsi agama dalam keluarga masih sangat rendah, sehingga menyebabkan banyak permasalahan sosial di Bangka Belitung.
"Kampung Keluarga CIKAR harus menjadi contoh penerapan fungsi keluarga. Sehingga dapat melahirkan keluarga tangguh dan tahan dalam menghadapi tantangan zaman," sarannya.