Pangkalpinang - Hari ini moment terakhir DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pertemuan Teknis Pra Evaluasi Penilaian Kabupaten/kota Layak Anak (KLA). Lagi, ditekankan agar semua kabupaten/kota bisa mengumpulkan poin tertinggi hingga meraih predikat KLA. 

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, sekarang ini Kabupaten Bangka sudah menyandang KLA kategori Nindya. Selanjutnya ditargetkan meraih kategori tertinggi yakni KLA, atau minimal meraih kategori Utama.

"Kalau bisa menghindari pemasangan iklan rokok di jalan utama. Sebab ini dapat mengurangi penilaian KLA," saran Asyraf saat kegiatan Pertemuan Teknis Pra Evaluasi Kabupaten/kota Layak Anak untuk Kabupaten Bangka, di Bangka City Hotel, Kamis (16/5/2024).

Selain bisa mempengaruhi penilaian KLA, menurut Asyraf, dengan mengurangi pemasangan iklan rokok berharap bisa  berkurang juga jumlah perokok. Hal ini sekaligus sebagai langkah mengatasi dan menekan kasus stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

"Di setiap kabupaten hendaknya terdapat tempat bermain anak-anak. Lalu di tempat tersebut dibuatkan peringatan larangan merokok," tegas Asyraf. 

Sementara ini Kabupaten Bangka sudah mengumpulkan 701,36 poin. Asyraf mengatakan, jenjang nilai KLA untuk 500-600  poin masuk kategori Pratama, 600-700 poin kategori Madya, 700-800 kategori Nindya, 800-900 kategori Utama dan 900 ke atas bisa meraih kategori KLA.

"Untuk saat ini, kita baru berada di tahapan menuju KLA. Sebab membutuhkan 900 poin ke atas untuk mendapatkan predikat tersebut. Ada kabupaten di provinsi lain yang punya nilai di atas 900 poin, namun ketika dilakukan verifikasi nilai tersebut berkurang," kata Asyraf. 

Pengurangan poin saat verifikasi oleh KemenPPPA harus sebisa mungkin dihindari. Asyraf menegaskan, agar tidak terjadi pengurangan poin tersebut, tentunya harus lebih cermat melihat apa yang ditanya, sehingga jawaban dan dokumen yang di upload sinkron. 

Saat mendapatkan predikat Nindya, ada verifikasi langsung dari KemenPPPA ke Kabupaten Bangka. Asyraf mensinyalir, hal tersebut menunjukan ada langkah baik untuk naik kategori. Pertemuan pra evaluasi ini bertujuan untuk mendongkrak perolehan nilai sementara. 

"Sebab ada kabupaten, semula tidak mendapatkan penghargaan. Ketika mendapatkan penghargaan langsung kategori Madya," kata Asyraf menyemangati peserta.