Jatinangor -- Untuk mendukung suksesnya Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA), Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bekerjasama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan World Bank menyelenggarakan Seminar Nasional  Kependudukan & Pencatatan Sipil dengan tema  *Membangun Daya Saing Negara Republik Indonesia melalui penyelenggaraan adminduk yang membahagiakan masyarakat* di Balairung Jenderal Rudini Kampus IPDN Jatinangor Sumedang Jawa Barat pada hari Senin,5 November 2018. Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti turut menghadiri seminar nasional ini.

Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Prof.Dr.Zudan Arif Fakrulloh,SH,MH dalam sambutannya mengatakan pentingnya pengintegrasian sistem dan program berbagai urusan pemerintahan sebagai kendaraan untuk mencapai cita cita negara.Cita-cita negara yg hendak dicapai dalam urusan Kependudukan & Pencatatan Sipil untuk kurun waktu 4 atau 5 tahun ke depan adalah terwujudnya SIN (Single Identitity Number), yg intinya KTP-El dipergunakan untuk semua keperluan dan tidak diperlukan lagi kartu/tanda pengenal yang lain.

Selain itu, digitalisasi layanan merupakan hal yang yang penting untuk mempercepat layanan kepada masyarakat.Untuk mencapai tujuan tersebut,tentu diperlukan SDM yang berkualitas.IPDN dan UNS adalah perguruan tinggi yang menyediakan SDM administrasi kependudukan secara komprehensif. Hal ini diperkuat dg pernyataan dari Prof Zudan, bahwa tidak ada lembaga yang kuat, selain berusaha untuk mengembangkan kualitas SDMnya.Selain itu, Mendagri mengapresiasi  World Bank atas konstribusinya  dalam pengembangan SDM di Indonesia.

Prof.Dr.Drs.Ermaya Suradinata selaku Rektor IPDN menyatakan bahwa untuk membentuk SDM yang baik,ada beberapa faktor yang berpegaruh: (1) Ability:kemampuan; (2) Strength:kekuatan; (3) Opportunity:peluang; (4) Culture:budaya yang mendukung; dan (5)Agility:kecerdasan.

Dalam penyelenggaraan adminduk saat ini, selain SDM,inovasi dan layanan yang mudah dan terjangkau mutlak diperlukan menuju pelayanan yang membahagiakan masyarakat. (ayu)