Bangka Tengah - Pergaulan anak harus diperhatikan sejak dini. Saat ini terdapat beberapa kasus seksual yang pelaku maupun korbannya merupakan anak-anak. Diharapkan orang tua bisa menyampaikan informasi dan memberikan pendidikan secara baik untuk anak.
Demikian disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Kegiatan Fasilitasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Padang Mulia, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (11/7/2023).
"Kalau bisa berikan pemahaman agar tempat tidur anak laki-laki dan perempuan sejak usia dini sudah dipisahkan. Selain itu, pergaulan anak tersebut diperhatikan untuk menghindari dari hal-hal tak diinginkan. Sebab kebanyakan pelaku merupakan orang terdekat," kata Asyraf.
Menyinggung mengenai pengembangan sumber daya perempuan, Asyraf menyarankan agar ibu-ibu mempunyai kemampuan untuk memproduksi barang dan menjualnya. Karena sekarang ini hampir setiap perempuan sudah bisa berbelanja secara online.
"Ini untuk meningkatkan tingkat ekonomi perempuan yang masih rendah. Jika ada acara seperti ini, maka konsumsinya bisa membeli dari ibu-ibu yang ada di sekitar lokasi tempat pelaksanaan kegiatan," saran Asyraf.
Lebih jauh Asyraf mengatakan, nanti akan ada program untuk mendidik perempuan pelaku industri rumahan. Jika ibu-ibu sudah pandai membuat kue, maka selanjutnya akan diberikan pengetahuan mengenai cara pengemasan, promosi hingga pemasarannya.
Terbentuknya DRPPA hendaknya bisa memenuhi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Ia menambahkan, selain itu terpenuhi juga hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Semua ini, kata Asyraf, harus didukung sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan anak serta kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui dan semua yang berhubungan dengan perempuan dan anak.
"Pihak desa bisa memulai DRPPA ini dengan membuat komitmen bersama zero pernikahan anak. Langkah ini perlu melibatkan berbagai pihak terkait. Tingkatkan kualitas perempuan agar dapat membentuk anak-anak yang baik," ungkapnya.