Pangkalpinang - Selain sekolah ramah anak, DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga sedang giat mengupayakan sekolah siaga kependudukan. Diharapkan ke depan semua sekolah sudah ramah anak, selanjutnya mengintegrasikan pendidikan kependudukan. 

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, sekolah siaga kependudukan adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana. 

"Integrasi ini ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran," kata Asyraf saat Kegiatan Penguatan Kerja Sama Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan Jalur Formal, Non Formal dan Informal, di Grand Manunggal Hotel, Kamis (7/3/2024).

Pendidikan kependudukan, jelas Asyraf, merupakan upaya terencana dan sistematis dari dua atau lebih pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang kondisi kependudukan. 

Selain itu, kata Asyraf, ada keterkaitan timbal balik antara perkembangan kependudukan. Hal tersebut meliputi kelahiran, kematian, perpindahan serta kualitas penduduk dengan kehidupan sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan lingkungan hidup. 

Adapun yang diharapkan dari sekolah siaga kependudukan ini, papar Asyraf, pelajar memiliki perilaku yang bertanggung jawab dan ikut peduli dengan kualitas hidup generasi sekarang dan mendatang. 

"Kita berharap semua sekolah mengarah ke sana yakni, sekolah ramah anak dan sekolah siaga kependudukan," harapnya.

Dua pemateri lain dari kegiatan ini di antaranya, Ervawi, S.Pd., M.Pd., MM., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Zulwardi Batubara dari BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Ervawi, S.Pd., M.Pd., MM., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan mengenai manfaat pendidikan kependudukan bagi masyarakat. Pendidikan ini menyadarkan masyarakat dan pemerintahan penting pengendalian jumlah penduduk dalam keluarga. 

"Jumlah penduduk berdampak terhadap beban pengeluaran keluarga. Pendidikan menyadarkan masyarakat agar mampu membentuk keluarga berkualitas. Selain itu, pelajar, akademisi, pemerintah serta swasta dapat memanfaatkan data kependudukan," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Zulwardi Batubara. Menurutnya, penting mengetahui isu, fenomena dan dampak kependudukan dalam berbagai aspek kehidupan. Guru mempunyai peran strategis dalam menanamkan pengetahuan, sikap, perilaku yang responsif dan adaptif.

"Responsif dan adaptif dalam menghadapi situasi kependudukan kepada peserta didik. Isu kependudukan dapat diintegrasikan dengan kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran," jelasnya.