JAKARTA--Guna mendukung peningkatan cakupan akta pencatatan sipil, DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Bidang Dukcapil Amarullah mengikuti Bimtek Pejabat Daerah Bidang Pencatatan Sipil Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlangsung selama tiga hari Rabu-Jumat (24-26/42019) di Hotel Diradja.
Sekretaris Ditjen Dukcapil I Gede Suratha saat membuka acara menyebutkan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur dukcapil, meningkatkan keterampilan aparatur dalam memberikan pelayanan serta mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat.
Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan anggaran pusat yang dititipkan ke daerah, sebesar apapun DAK, tidak boleh menghilangkan APBD untuk alokasi apapun dalam pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat, namun Ditjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh mengakui belum menyempurnakan regulasi dan turunannya untuk melengkapi aparatur dalam "pertempuran" di lapangan.
"Perangkat Daerah Dukcapil tak bisa dibandingkan dengan PD lainnya, karena spektrumnya lebih luas, banyak sekali permasalahan yang dihadapi terkait dengan 24 jenis pelayanan administrasi kependudukan"jelasnya.
Ada hal yang baru dalam pencatatan kelahiran melalui identifikasi dan pendataan kelahiran yang prosesnya dimulai sejak ibu memeriksakan awal kehamilannya, bukan pada saat bayi lahir, dan untuk percepatan penerbitan akta catatan sipil, perlu dilakukan identifikasi status sipil setiap anggota keluarga yang tercantum dalam Kartu Kelurga, sehingga diharapkan pelayanan Dukcapil tidak hanya berbasis pada data bersih tetapi sekaligus berbasis pada dokumen kependudukan yang lengkap per keluarga.
"Millenial kills everythings, yakni pada saat bersamaan lahir hal-hal yang baru untuk millenial, sehingga dukcapil dalam melayani millenial harus memiliki semangat untuk berubah dan terus mengembangkan layanan, cepat dan prudent (bijaksana) dalam pelayanan serta mampu memetakan resiko" tambahnya.
KTP-el multiguna, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 32kb sehingga dapat digunakan untuk semua kepentingan pelayanan publik termasuk e-vote, yang sudah dimulai sejak 11 Maret 2019, dan untuk Face Recognized akan dirampungkan 100% pada 25 Mei 2019 mendatang.
Saat penutupan Bimtek, Zudan Arif juga berterima kasih kepada semua aparatur Dukcapil yang telah berkontribusi menyukseskan pemilu serentak 2019, dengan pemilu yang sudah sukses ini kesatuan dan persatuan bangsa harus tetap dijaga.
"Bagi daerah2 yg masih banyak PR, tetap terus melakukan pelayanan ekstra pada hari libur, dan jangan lupa tetap untuk membahagiakan masyarakat, membangun reputasi dengan kehandalan, kecepatan dan ketepatan yang dilakukan secara terus menerus, reputasi yang baik akan melahirkan branding, me reform back office, ruang cetak harus satu untuk semua jenis layanan, yang jutek tempatkan di back office, yang cakep karena keikhlasan tempatkan di front office, Insyaa Allah jika semua jenis layanan adminduk sudah online, maka akan menghemat anggaran negara secara signifikan"tutupnya.