PANGKALPINANG-- Tujuan kegiatan ini yaitu untuk menyamakan persepsi dan menguatkan komitmen kita untuk melindungi anak-anak kita dari segala tindakan radikalisme dan tindak pidana terorisme. 

Demikian dikatakan oleh Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti saat mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung membuka acara Forum Koordinasi tentang Perlindungan Anak dari Radikalisme dan tindak pidana terorisme Kamis (9/5/2019) di Hotel Sahid. 

Kegiatan ini merupakan kegiatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang difasilitasi oleh DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mengundang ASN OPD terkait, LSM, tokoh agama, tokoh daerah, tokoh masyarakat, guru, Forum Anak dan LPKA . Acara ini menghadirkan narasumber dari Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA RI Hasan. 

Susanti menjelaskan masalah radikalisme dan terorisme memang menjadi masalah bangsa dan bahkan dunia termasuk berdampak kepada anak-anak yang masih belum bisa berfikir dan mengambil keputusan secara mandiri, sangat beresiko menjadi korban bahkan menjadi pelaku yang dikorbankan. 

"Meskipun di Bangka Belitung masalah terorisme belum nampak kepermukaan namun mengingat gerakan terorisme merupakan gerakan tersembunyi maka tak menutup kemungkinan bahwa terorisme menjadi ancaman nyata di Bumi Serumpun Sebalai" terangnya. 

Lebih jauh dijelaskan Susanti bahwa Bangka Belitung saat ini sedang berusaha menjadi Provinsi Layak Anak, oleh karena itu segala upaya untuk melindungi anak sangat didukung dan disambut dengan terbuka serta berterimakasih kepada Kementerian PPPA RI yang telah memilih Bangka Belitung menjadil lokasi untuk melaksanakan acara ini. 

"Saya harap kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kementerian PPPA RI dapat terus berlanjut dan terus ditingkatkan demi terwujudnya pemenuhan hak anak khususnya di Bangka Belitung ini" tutupnya.